Home / I'm Your Destiny / SINOPSIS I’m Your Destiny 06 part 1

SINOPSIS I’m Your Destiny 06 part 1

SINOPSIS dorama I’m Your Destiny episode 06 part 1. Upacara pensiun pesumo favorit Haruko, membuat Haruko dan Makoto makin dekat. Dan ciuman tidak sengaja yang terjadi di sore itu, setelah upacara pensiun sang pesumo, akan mengawali cerita baru.

Si botak tersenyum senang saat membaui aroma di lift pagi itu. Ia mengenalinya sebagai aroma parfum Mie. Tapi Makoto merusak kesenangan si botak dengan malam membahas Midori, satu-satunya karyawan wanita di kantor mereka. Makoto tahu benar kalau Midori suka pada si botak dan berusaha menyatukan keduanya.

Makoto terus saja curiga. Ia mengecek kaos kaki si botak dan menemukan kaos kaki itu berwarna merah bata. Ia menebak kalau ada yang terjadi antara si botak dengan Midori, kemarin.

Mie membantu Haruko memersiapkan meeting mereka pagi itu. Haruko sudah cerita soal upacara pensium kemarin. Ini membuat Mie curiga, karena Haruko malah menunda jawabannya pada Makoto. Mie menebak kalau kali ini Haruko tidak akan menolak lagi. Tapi Haruko masih tetap saja tidak mau mengakuinya.

Gantian Haruko yang menggoda Mie, karena ia tahu Mie pulang pagi. Mie mengelak kalau ia hanya tertidur akibat kebanyakan minum. Jelas Haruko tidak percaya hal itu sama sekali.

Suasana di kantor Makoto tidak terlalu baik hari itu. Dan Makoto pun diajak untuk minum malamnya. Cerita itu pun mengalir. Sekihara-san mengaku, saat ia lari pagi, ia membaui aroma yang sangat dikenalnya. Ia pun mengikuti aroma itu. Ternyata ia melihat Mie baru keluar dari sebuah apartemen dan ada seorang pria di belakangnya. Makoto kaget karena pria itu adalah Sadaoka. Ia mencoba menghibur, kalau mungkin saja mereka satu komplek apartemen. Tapi hiburan itu tidak mempan sama sekali.

Selesai minum, mereka masih belum puas. Sekarang giliran rumah Makoto yang mereka datangi. Makoto sempat khawatir, kalau di rumah ada si dewa. Tapi ternyata rumahnya kosong. Sekihara-san dan si botak masuk rumah dengan seenaknya. Mereka memutuskan akan menginap saja karena besoknya libur. Makoto mencoba menolak, tapi dua teman kerjanya ini sama sekalit tidak mengerti.

Si botak mulai mengoceh. Ia mengaku kalau dirinya dan Makoto pernah muncul di tv 2 tahun silam, saat ada pertandingan Jepang. Saat itu Jepang kalah. Makoto pun dipaksa untuk memutar kembali video mereka itu. Tapi bukan itu yang menarik perhatian Makoto. Ia justru tertarik pada sosok yang berjalan tidak jauh dari tempat mereka diwawancarai. Dia … Haruko.

Haruko baru selesai mandai saat kemudian ia menyusul ibunya dan duduk di kursi meja makan. Haruko bertanya pada ibunya, kenapa ibunya memutuskan mau menikah dengan ayahnya. Nyonya Kogetsu sempat kaget, tapi kemudian ia mengatakan kalau tidak ada alasan khusus. Mereka akan tahu akan bertemu orang yang tepat begitu saja. Bersama saat sama-sama susah dan yakin kalau semua akan menjadi baik-baik saja saat dilalui bersama.

Hari sudah terang saat Sekihara-san menyerahkan kaos pinjaman dan pamit pulang. Setelah itu, dewa tiba-tiba mucul seperti biasa, membuat Makoto kaget.

Dewa sedikit protes, karena Makoto justru mengundang orang tua ke rumahnya, bukan wanita. Makoto mengelak kalau dia tidak mengundang Sekihara-san itu, melainkan ia datang sendiri. Dewa mengubah tema obrolan. Ia membahas soal Sadaoka yang ternyata bergerak cepat dan sudah berhasil membawa Mie datang ke rumahnya. Dewa kesal pada Makoto yang masih saja kalah langkah. Dewa terus saja mengkritik Makoto yang tidak punya daya tarik untuk membuat Haruko datang ke apartemennya.

Puas memaki-maki Makoto, dewa akhirnya memberikan saran. Untuk dapat membuat Haruko datang ke apartemennya itu, Makoto harus bicara singkat, cukup satu suku kata saja. Makoto menganggap itu ide absurd dan tidak masuk akal. Tapi menurut dewa, daripada kalimat panjang yang ribet, satu suku kata jauh lebih manjur untuk menarik perhatian.

Tapi Makoto tetap mengeluh kalau itu tidak mungkin. Dewa akhirnya mengalah dan menyuruh Makoto bicara dengan tiga kata, maksimal. Makoto harus menggunakan maksimal tiga kata saja saat bicara dengan Haruko.

Di hari lain, Makoto minum bersama Sadaoka. Dengan sedikit trik pancingan, Makoto pun berhasil membuatnya bercerita. Malam itu, Mie setuju datang ke apartemen Sadaoka karena Sadaoka bilang punya hewan peliharaan aneh. Mereka minum dan ngobrol. Tapi ternyata Mie tertidur sehingga Sadaoka tidak enak harus membangunkannya. Dan memang tidak ada yang terjadi malam itu. Dari gelagatnya, Sadaoka tertarik juga pada Mie. Tapi ia tidak ingin buru-buru. Ia ingin memerlakukan Mie dengan baik dan layak.

Ternyata Mie pun datang untuk minum bersama Haruko. Melihat Makoto dan Sadaoka, mereka pun mengajaknya bergabung. Haruko heran karena Makoto dan Sadaoka minum bersama. Dengan canggung, Makoto mencoba menjelaskannya dengan tiga kata saja, seperti saran dewa. Melihat Makoto canggung, Sadaoka pun membantunya menjelaskan lebih lengkap. Obrolan pun berlanjut. Dan cara Makoto bicara tetap saja seperti itu. Saat menjawab pertanyaan Haruko, Makoto hanya menggunakan tiga kata/kalimat singkat saja. Berbeda dengan saat Makoto bicara dengan Mie, yang lengkap dan panjang.

Saat akan membayar, Makoto melarang Sadaoka ikut bayar. Karena ia yang mengundang, maka Makoto yang berniat membayarnya. Sadaoka senang-senang saja. Saat itu Haruko mendekat dan ingin ikut membayar. Tapi Makoto kembali menolaknya. Ia tidak mau mengalah dan berkeras akan membayar semuanya, membuat Haruko keheranan.

Haruko pulang bersama Mie seperti biasa. Mie heran karena sikap Makoto tadi begitu aneh, sangat irit bicara dan canggung. Haruko juga tidak mengerti. Ia berpikir kalau Makoto marah padanya. Kali ini Mie setuju dengan dugaan Haruko. Ia mengingatkan Haruko kalau orang tidak bisa menunggu jawaban selamanya.

“Apa yang menahanmu bukan mantan pacarmu, Itu dirimu sendiri,” ujar Mie pula.

Mie meyakinkan Haruko untuk segera memberikan jawaban pada Makoto, jangan ditunda-tunda lagi.

Makoto pulang ke apartemennya dengan kesal. Ia bahkan berguling di lantai seperti anak kecil sambil berteriak. Makoto menyesal karena mengikuti saran dewa, untuk irit bicara saat bertemu Haruko tadi. Alih-alih mengejeknya, dewa justru memuji karena Makoto berhasil ‘irit bicara’ saat bersama Haruko tadi.

Tidak mau berlarut-larut, dewa kemudian menawari Makoto untuk melakukan misi baru, Mengukir sepotong ‘Raja’ shogi. Makoto tidak mengerti. Perdebatan mereka membuat semuanya jadi kacau. Intinya, dewa ingin agar Makoto menunjukkan kekuasaannya, ‘raja’, agar bisa mengajak Haruko datang ke apartemennya. Dewa bahkan berjanji akan membantu Makoto, memberinya ‘hadiah’, saat Makoto berhasil membawa Haruko ke tempat itu.

“Tidak ada keajaiban yang tidak bisa dicapai!”

Malam itu, orang tua Haruko tengah berdebat soal ukuran cap tangan sang pesumo, Daikaiyama-san. Kogetsu-san mengukurnya berulang kali untuk membuktikan kalau ukuran cap tangan itu berbeda. Nyonya Kogetsu bercerita kalau Haruko bertanya soal kenapa ibunya setuju menikah dengah ayahnya. Nyonya Kogetsu mengatakan tidak ada alasan khusus, hanya tepat, begitu saja. Keduanya tahu kalau anak perempuan mereka ini tengah galau dan hanya bisa berharap semuanya baik-baik saja.

Dimana Haruko? Di kamarnya Haruko terus memandangi ponselnya. Ia masih ragu untuk menghubungi Makoto. Haruko mengingat kisah tragisnya dua tahun silam. Malam itu, seharusnya jadi malam romantis karena sang pacar akan melamarnya. Tapi ternyata sang pacar justru mengaku kalau dirinya sebenarnya sudah menikah dan mengajak Haruko putus. Dan trauma itu masih terus memenjarakan hati Haruko.

BERSAMBUNG

Sampai jumpa di I’m Your Destiny episode 06 part 2.

Pictures and written by Kelana

About Kelana

fulltime blogger, parttime tentor, dreamer

One comment

  1. niken ayu wardani

    Keren. Penasaran Ama kelanjutan nya.
    Ditgg part 2 dan seterusnya.
    Arigato gozaimasu

Leave a Reply

Scroll To Top