Home / Kaito Yamaneko / SINOPSIS Kaito Yamaneko 09 part 1

SINOPSIS Kaito Yamaneko 09 part 1

SINOPSIS dorama Kaito Yamaneko episode 09 part 1. Rahasia det.Sekimoto satu per satu terbongkar. Selain jadi agen untuk gubernur Todou, dia juga agen dari Yuuki Tenmei. Karena misinya untuk membunuh Yamaneko gagal, det.Sekimoto pun bergabung dengan rencana Yamaneko sepenuhnya.

Tapi situasi tidak terduga terjadi. Rencana membobol kediaman Yuuki Tenmei mendadak kacau. Ternyata satu orang yang ada di dekat mereka, membuka topengnya. Dia Chameleon.

Siapa sangka si bodoh Katsumura sebenarnya adalah pembunuh bayaran bertampang polos. Dan sekarang, Chameleon—sebutan Katsumura—mendapatkan tugas akhirnya, melenyapkan Yamaneko. Satu per satu kenangan masa kecil pun terlintas. Yamane dan Katsumura pernah berada di tempat yang sama, sebuah camp pelatihan. Tapi, mereka terpisah sebelum keduanya menjadi dewasa.

Empat peluru sudah bersarang di tubuh Yamane. Darah segera mengalir dan membuat Yamane ambruk di lantai. Tapi Katsumura belum puas. Satu peluru kembali ditembakkannya di sisi tuuh Yamane. Baru setelahnya Yamane benar-benar kehilangan kesadaran sama sekali.

Mao dan Rikako-san masih menunggu di mobil. Mao masih berusaha menyelesaikan masalah yang tadi timbul. Suara sudah kembali terdengar tetapi sambungan CCTv masih terputus. Suara sirine polisi terdengar makin nyaring. Mereka harus segera pergi. Tapi suara tembakan kembali terdengar.

“Pasti terjadi sesuatu pada Yameneko dan Katsumura-san. Aku harus pergi. Membantu mereka!” tegas Mao.

Rikako-san menahan tangan Mao. Ia tidak mau menambah masalah. Keras kepalanya Mao memaksa Rikako-san menampar anak itu. “Yamaneko pasti berhasil melarikan diri. Yang harus kita lakukan sekarang adalah pergi dari sini. Mengerti?”

Sakura tiba di depan kediaman Yuuki Tenmei itu. Tapi mobil hitam yang tiba-tiba pergi tidak jauh dari sana menarik perhatian Sakura. Ia pun memerintahkan anak buahnya mengikuti mobil hitam yang dikemudikan oleh Rikako itu.

Polisi yang sudah lebih dulu tiba memberikan laporan, “Dua orang dengan topeng kucing masuk ke dalam rumah dari pintu belakang dan masih belum keluar.”

“Dua orang?” Sakura berpikir keras. “Kalian berdua ikut aku!”

Dari pintu belakang, keluar Katsumura masih memegang topengnya. Tapi wajahnya belum menunjukkan rasa kepuasan. Ia beranjak pergi dari tempat itu tanpa ketahuan siapapun.

Sayangnya Katsumura tidak tahu kalau ada yang memerhatikannya sejak tadi, Cecilia. Wanita cantik itu sudah menunggu di luar dengan motornya. Dan dengan ini ia yakin benar tentang identitas Katsumura yang sebenarnya.

“Minivan yang kami yakini ditumpangi rekan Yamaneko meninggalkan TKP. Yamaneko sepertinya masih berada di rumah Yuuki. Aku akan masuk,” lapor Sakura pada det.Inui.

Selesai bicara dengan Sakura, det.Inui kembali pada kesibukannya. Ia berhasil memaksa det.Sekimoto untuk duduk di kursi pesakitan di ruang interogasi.

“Apa yang kalian incar? Jawab aku!” desak det.Inui.

Tapi det.Sekimoto sama sekali tidak takut, “Bukankah aku berhak untuk tetap diam?”

Sakura dan timnya masuk ke rumah tradisional itu. Ia menemukan sosok yang dikenalnya sebagai Yamane terkapar di lantai dengan darah menggenang di sekitar tubuhnya. Sakura memeriksa nadi di tangan Yamane dan menemukan kalau ia masih hidup. Sakura kemudian melepas resleting jaket Yamane dan menemukan kalau di bawahnya ada rompi anti peluru.

Mata Yamane terbuka. Masih sempat-sempatnya dia bercanda di depan Sakura, kalau darah di sekitarnya hanyalah darah palsu. Tapi saat Sakura hendak menelepon ambulan, Yamane melarangnya.

“Jangan ke rumah sakit. Orang yang menembakku adalah Katsumura. Jika ingin tahu kenapa, keluarkan aku dari sini,” pinta Yamane.

Pagi berikutnya, Sakura masuk kerja seperti biasa. Tapi di sana ia sudah ditunggu oleh det.Inui dengan wajah kesalnya.

“Pada akhirnya, kau tak bisa menemukan Yamaneko?” tanya det.Inui,

“Ya,” Sakura tidak berani menatap rekan detektifnya satu itu.

Det.Inui yang kesal beranjak pergi. Tapi ia sengaja menabrak Sakura, menunjukkan kekesalannya.

Det.Inui kembali menemui det.Sekimoto di ruang interogasi. Ia mendesak agar det.Sekimoto memberitahunya keberadaan Yamane.

Tapi det.Sekimoto masih terus mengelak, “Aku tak tahu apa-apa. Aku tahu kau bagian dari kelompoknya. Kau punya bukti? Hah? Jika menurutmu Yamaneko dan aku terhubung, aku ingin dengar bukti akurat! Kau pikir panggilan telpon kemarin cukup sebagai bukti? Kau menahanku tanpa surat perintah, jadi aku takkan bicara. Jika kau mengerti, bawakan aku katsudon!” det.Sekimoto balas menggertak.

Rikako-san meletakkan sarapan di depan Mao. Tapi anak itu tetap tidak mau menyentuhnya. Mao masih memikirkan nasib Katsumura dan Yamaneko yang mereka tinggalkan semalam. Tapi Rikako-san berusaha menghibur dan meyakinkan Mao kalau mereka pasti kembali.

Ponsel Rikako-san berbunyi, dari Katsumura, “Katsumura, apa yang terjadi?”

“Maaf, aku terlambat menghubungi. Sebenarnya, Yamaneko-san ditembak. Aku lari dalam keadaan panik, jadi aku tak tahu. Sekarang aku di hotel.”

“Apa Yamaneko baik-baik saja?” Rikako-san mulai panik.

“Kurasa, tapi ada banyak darah.”

Saat Rikako-san menawarkan diri untuk menemui di hotel, Katsumura menolak dengan alasan masih banyak polisi berkeliaran yang mungkin saja mencurigai mereka.

Wajah puas tergambar jelas di wajah Katsumura a.k Chameleon. Ia membuka laptopnya dan di sana sudah ada si wajah misterius, Yuuki Tenmei.

“Apa Yamaneko mati?” ujar Yuuki.

“Dia memakai rompi anti peluru. Tapi aku berhasil menembak pinggangnya. Kurasa dia pasti terluka,” aku Katsumura.

“Pastikan kau menghabisinya.”

Katsumura tersenyum, “Jangan khawatir, pasti kulakukan.Dan bagaimana dengan teman-temannya?”

Perintah ‘Singkirkan mereka’ menjadi yang didengar Katsumura selanjutnya sebelum ia menutup pembicaraan mereka itu. Katsumura sudah merencanakan sesuatu.

Hari sudah gelap saat Sakura kembali ke apartemennya. Ia menemukan amplop di kotak suratnya. Lalu di ruangan sebelah, Sakura ternyata membawa Yamaneko. Dibiarkannya Yamaneko tertidur di atas ranjangnya dengan salah satu tangannya terborgol.

Sakura membuka amplop surat yang diterimanya itu, dari Katsumura. Judul tulisan di halaman sampul lembaran itu ‘Pencuri Misterius Yamaneko yang dianggap populer.’

Sakura pun mulai membaca.

Untuk menyingkap kebenaran, kita harus kembali ke masa 20 tahun lalu. Saat itu, negara Barat membuat sebuah rencana. Rencana untuk melatih mata-mata Jepang. Mengambil keuntungan dari ide tersebut, Jepang sangat tak tertarik dengan dunia luar. Mereka berusaha melatih anak-anak untuk negara mereka sendiri. Demi hal itu mereka meminta kerja sama dari Yuuki Tenmei dan diam-diam mengumpulkan anak-anak yang tak memiliki kerabat untuk menjalani tes kemampuan. Hasilnya didapat 20 orang anak yang sangat berbakat dan salah satu dari mereka adalah Yamaneko yang saat itu berusia 8 tahun. Untuk menjalani latihan menjadi mata-mata, mereka ditempatkan pada sebuah kapal sebagai penumpang gelap.

Yamane kecil berjalan bersama belasan anak lainnya menuju kapal, camp tempat latihan mereka. Tapi ia tertarik pada si pria dalam mobil. Yamane berpikir jika mereka akan dijual oleh pria itu. Diambilnya pecahan kaca dan berniat menyerang. Tapi Sekimoto muda yang merupakan pengawal si pria dalam mobil berhasil menahan Yamane.

Sekimoto memberitahu Yamane jika pria itu adalah Yuuki Tenmei. Setelah Yuuki pergi, Sekimoto memberikan sebuah buku pada Yamane, ‘Bushido’. Ia berpesan kalau mereka akan bertemu lagi kalau Yamane sudah paham isi dari buku itu.

Pelatihan di camp pun dimulai. Anak-anak ini dilatih secara khusus oleh militer. Tidak hanya berlatih bela dari saja, mereka juga dilatih untuk membobol kunci dan juga merangkai senjata. Saat latihan menembak, kemampuan Yamane masih payah. Salah seorang anak kemudian mendekati Yamane dan mengajarinya cara menembak dengan tepat.

Anak-anak itu menghabiskan malam dengan tidur berderet ditemani lilin. Di sebelah Yamane adalah seorang anak perempuan yang tengah menangis. Anak perempuan itu mengaku ingin bertemu adiknya.

“Menurutmu, suatu hari aku bisa keluar dari sini dan tinggal bersama adikku?” tanya si anak perempuan.

“Aku tidak tahu. Kurasa kemanapun kita pergi, kita takkan pernah memiliki kebebasan.”

Hari-hari pelatihan masih terus berlanjut. Di sela-sela waktu senggang, Yamane asyik membaca buku ‘Bushido’ yang dimilikinya itu.

Sampai seorang anak laki-laki yang mengajari Yamane menembak, mendekat, “Jumlah kita semakin berkurang. Sekarang hanya tersisa setengah. Kau tahu ke mana yang lain pergi? Mereka dibunuh.”

Buku yang dipegang Yamane terjatuh. Tak sengaja dilihatnya sejumlah angka tertulis di sana. Malamnya, saat penjaga sudah pergi, Yamane berusaha memecahkan kode dalam buku itu. Aku akan menunggumu di Bar Auld King di Inggris di hari yang sama saat kapal mulai berlayar 15 tahun ke depan.

Saat itu penjaga masuk dan membawa si anak laki-laki yang sempat bicara dengan Yamane. Anak itu meronta minta dilepaskan, tapi tidak bisa berbuat apapun. Yamane juga hanya bisa melihatnya tanpa berbuat apa-apa. Lalu anak perempuan di sebelah Yamane mulai menangis lagi. Yamane hanya bisa menggenggam erat tangan anak perempuan itu, berusaha menghibur.

Mereka keluar dari tempat itu setelah 5 tahun.

Sakura meletakkan bacaan yang dipegangnya itu. Ia menemukan buku yang dibawa Yamane, Bushido. Sakura memegang kasurnya dan menyadari kalau basah. Sakura berpikir kalau itu keringat atau … itu Pipis?

“Sebentar, tidak mungkin! Hentikan! Bagaimana ini?” Sakura panik.

(nggak ngerti mesti ketawa atau gimana. Maksudnya, episode ini kan masuk tegang ya, tapi masih aja diselipkan humor aneh begini, kkkkk)

Kisah itu pun berlanjut.

Setelah meninggalkan fasilitas, Yamaneko menjalani latihan pertempuran selama 5 tahun. Akhirnya dia diterima sebagai mata-mata. Dan pada akhirnya, hanya tersisa tiga orang. Yamaneko menyelesaikan semua misi dengan sempurna dan berhasil mendapat kepercayaan untuk melakukan misi di luar negeri. Lalu, setelah 15 tahun berlalu, dia bertemu kembali dengan ‘S’, pengawal Yuuki.

Yamane memandangi kertas berisi tulisan terjemahan kode yang diberi Sekimoto. Dan pria itu benar muncul di tempat perjanjian tidak lama setelahnya.

“Kau tahu kenapa Yuuki-san bekerja sama dengan program pelatihan mata-mata Jepang?”

“Mana kutahu,” Yamane belum tampak tertarik.

“Untuk mendapatkan kepercayaan pemerintah asing dan mendapatkan informasi mereka. Kau agen ganda. Teruslah bekerja sebagai mata-mata Negara seperti yang selama ini kau lakukan. Tapi, bocorkan informasi itu padaku,” ujar Sekimoto kemudian.

“Jangan bercanda. Jika ingin menjual kami, katakan saja terus terang!” Yamane tidak suka.

“Jangan salah paham. Ini demi negara kita,” wajah Sekimoto berubah lebih serius. “Saat ini, Jepang diincar dari segala arah. Jika tetap seperti ini, negara kita akan dirampas. Apa pun caranya aku ingin menghindari hal itu. Karena aku mencintai Jepang. Aku tak mau masyarakat Jepang tak bahagia. Jika kau memiliki semangat Jepang, bukankah kau harus mendukung Jepang?”

Bujukan Sekimoto terbukti berhasil meluluhkan hati Yamane.

Semenjak pertemuan itu, Yamaneko membocorkan informasi yang dia dapat dalam misinya kepada Jepang. Tetapi setelah berlangsung 2 tahun, saat Yamaneko berusia 25 tahun…

Sekimoto dan Yamane kembali bertemu di cafe, seperti tahun sebelumnya, “Barat mengincar harta rahasia dari mantan pasukan Jepang. Pemerintah Filipina sepertinya menyimpan informasi penting.”

“Aku akan dikirim ke sana dan memeriksanya,” ujar Yamane.

“Sepertinya Yuuki Tenmei sudah menemukan harta rahasia itu dan membawanya secara diam-diam ke Jepang.”

“Apa maksudnya?” Yamane tidak mengerti.

“Aku juga tak tahu rincinya. Tapi, dia memerintahkan untuk menutupi hal itu.”

“Apa yang harus kulakukan?” Yamane langsung to the point pada misinya.

“Sebarkan informasi palsu. Curi data dari pemerintah Filipina. Dan masukkan koin emas ini dan informasi palsu ke dalam brankas,” Sekimoto menyodorkan kantong warna coklat pada Yamane. Isinya adalah koin emas marufuku. “Jika tak mau, maka jangan lakukan.”

“Biasanya kau lebih arogan. Akan kulakukan. Ini demi Jepang, ‘kan?”

Tapi tidak semua rencana berhasil seperti perkiraan. Misi yang dilakukan Yamane gagal. Ia ditangkap tangan tengah membobol sebuah brankas. Dan menurut mereka, itu karena Yuuki. Yamane kemudian dibawa ke sebuah tempat. Ia disiksa orang orang-orang asing, entah siapa. Pengkhianatan pertama yang dirasakan Yamane, justru oleh orang yang selama ini dihormatinya, Yuuki Tenmei.

Yamaneko tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sebenarnya, dia mulai dicurigai sebagai agen ganda. Mengetahui hal itu, Yuuki Tenmei membuangnya. Dikhianati oleh Yuuki, Yamaneko seharusnya dieksekusi di Filipina. Yamaneko berhasil melarikan diri dari kematian dan kembali ke Jepang untuk membalas dendam pada Yuuki yang mengkhianatinya.

Kembali ke Jepang.

Yamane mengacungan senpi pada Sekimoto yang berhasil dihubunginya dan sekarang ditemuinya di atap sebuah gedung. Rasa benci menjalar dari diri Yamane, karena ia telah dikhianati. Tapi Yamane kalah cepat, dan sekarang ia yang terdesak.

“Di mana Yuuki?!”

“Yuuki Tenmei sudah mati. Itu yang kutahu,” ujar Sekimoto.

Saat tahu tujuan Yamane adalah balas dendam pada Yuuki, Sekimoto mengatakan kalau itu tidak berguna. Ia justru mengajak Yamane bekerja sama untuk merampas kembali negara ini dari Yuuki.

“Orang dengan semangat Jepang murni sudah menghilang dari negara ini. Kita menjadi lemah dan tak berharga. Dan itu karena kesalahan Yuuki. Selama masih ada dia, Jepang akan menjadi tempat berkumpul kaum hina dan perlahan akan hancur. Sebelum itu terjadi, mari ambil kembali negara ini dengan tangan kita.” Dan sekali lagi, ucapan Sekimoto mampu meyakinkan Yamane.

Pagi berikutnya

Sakura menemui Sekimoto di ruang interogasi. Ia menunjukkan file yang didapatnya dari Katsumura, “’S’ itu kau, ‘kan?” ujarnya to the point.

Sekimoto melirik sekilas file itu, “Yang benar saja, aku seorang detektif. Mana mungkin aku menolong mata-mata.”

“Tapi kau pernah menjadi anggota Keamanan Publik dalam waktu lama, ‘kan?”

“Kau mencurigaiku berdasarkan naskah ini?” sindir Sekimoto.

“Bukan. Aku hanya ingin tahu orang seperti apa Yamaneko.”

Sakura kembali ke kursinya. Hatinya bimbang luar biasa, “Dalam dua tahun terakhir, aku mengejar dia karena kupikir dialah pembunuh ayahku. Tapi saat terbukti bukan, aku melepaskan kacamata pandanganku terhadapnya selama ini. Aku tak lagi mengerti. Kenapa Yamaneko menjadi pencuri.” Curhat Sakura pada det.Inui. Ia membahas soal naskah yang baru dibacanya itu. “Jika benar dia seperti yang tertulis dalam naskah ini, untuk menyingkirkan Yuuki Tenmei yang menjadikan Jepang negara menyedihkan seperti hari ini…”

“Kau sungguh berpikir Jepang saat ini adalah negara menyedihkan?” sindir det.Inui. “Kau tahu di mana Yamaneko, ‘kan? Sudah kubilang, aku bisa melihat kebohonganmu.”

Tapi Sakura sama sekali tidak terkejut, “Inui-san. Apa kau pernah mempertimbangkan hal apa yang harus kau lakukan demi negara ini? Aku tak pernah memikirkan hal seperti itu.”

Det.Inui melunak, “Aku juga. Tapi, bagaimanapun Yamaneko memikirkan Jepang selagi dia bekerja sebagai pencuri. Kejahatan tetap kejahatan. Itu mutlak. Hanya satu hal yang bisa kita lakukan untuknya. Yaitu menangkapnya secepat mungkin. Dia membebani diri sendiri dengan segalanya. Dengan ditangkap mungkin cara supaya dia bisa melepaskannya.”

Sakura menepuk pipinya, menyadarkan diri, “Benar juga. Maaf, aku seperti ini. Aku harus pergi.” Pamitnya kemudian.

Det.Inui bahkan tak sempat mencegahnya, “Jangan pergi!” ucapnya lirih.

Sementara itu, seseorang mengendap-endap masuk ke apartemen Sakura, Katsumura a.k Chameleon. Ia menemukan Yamane masih tertidur di atas ranjang dan mendekatinya.

“Ada sesuatu yang ingin kau katakan pada Mao-chan dan Rikako-san?” Katsumura menunggu, tapi tidak ada jawaban. Ia bahkan mentowel pipi Yamane yang tetap tidak memberikan respon apapun. “Kurasa tidak ada. Membosankan.” Katsumura lalu beranjak pergi.

BERSAMBUNG

Sampai jumpa lagi di SINOPSIS Kaito Yamaneko episode 09 part 2

Pictures and written by Kelana

FP: elangkelanadotnet, twitter : @elangkelana_net

About Kelana

fulltime blogger, parttime tentor, dreamer

4 comments

  1. Ayo semangat kaka^^,
    Aq jd pnasaran ending na (^^)/

  2. na semangat!!
    terus dilanjut yaaa
    aku penasaran bangettt, ampe bolak balik terus nungguin
    hihi XD

Leave a Reply

Scroll To Top