Home / Kaito Yamaneko / SINOPSIS Kaito Yamaneko 08 part 1

SINOPSIS Kaito Yamaneko 08 part 1

SINOPSIS dorama Kaito Yamaneko episode 08 part 1. Masalah Ouroboros akhirnya bisa terselesaikan. Dalang di balik aksi brutal mereka adalah gubernur Todou Kenichiro sendiri. Tapi setelah semua kebusukannya terungkap, gubernur Todou memilih untuk bunuh diri.

Kasus lain menunggu Yamane. Kecurigaannya terhadap det.Sekimoto semakin tinggi. Siapa sebenarnya detektif satu ini? Benarkah dia hanya bekerja untuk tim Yamane atau … (spoiler : ending episode 8 ini akan nyesek dan bikin baper. Jadi kalau yang nggak siap baper menunggu sinopsis episode selanjutnya, jangan baca dulu, kekekeke)

Dengan menelusuri jejak yang ditinggalkan Hosoda-san, Yamane dan Mao menemukan pintu menuju ruang bawah tanah di bekas pabrik milik keluarga Hosoda. Yamane masuk sendirian dan menemukan sebuah koin emas Marufuku. Lampu berubah temaram saat sebuah suara terdengar. Sesosok misterius dengan topeng aneh muncul dan menyapa Yamane.

“Karena Hosoda menemukan tempat ini, kau…”

Tapi sosok yang dipanggil Yamane dengan sebutan Yuuki Tenmei itu mengelak. Menurutnya, pembunuh Hosoda adalah Chameleon, karena Hosoda tahu terlalu banyak.

“Yamaneko, kau mengecewakanku. Jika saja Sekimoto mengajarimu tatakrama yang benar.”

Geram Yamane minta penjelasan. Tapi Yuuki tidak mengatakan apapun lagi. Yamane pun menyarangkan pukulannya ke arah Yuuki, tapi ternyata hanya ruang kosong? Sosok Yuuki bertopeng aneh yang dilihat Yamane ini ternyata hanya … hologram.

Katsumura kembali ke bar saat dilihatnya Yamane dan det.Sekimoto memakai topi aneh. Ternyata mereka sedang melakukan quiz aneh. Rikako-san yang bertugas menjadi host dan membacakan pertanyaan. Sementara Mao bertugas jadi juri yang menyatakan benar atau salah.

Pertanyaan pertama soal berapa banyak uang yang dicuri Yamaneko dari Kyobukai. Det.Sekimoto menyebut 120 juta yen dengan entengnya. Tapi Yamane mengelak dan mengatakan ada 121 juta yen. Video kejadian pun diputar. Dan benar saja, ternyata memang ada lagi satu juta yen yang lain yang berhasil dibawa Yamane. Karena menjawab dengan salah, Mao pun menekan semacam tombol hingga det.Sekimoto kegelian/kesakitan karena setrumnya.

Pertanyaan dilanjutkan. Kali ini menebak nama asli Cecilia. Det.Sekimoto menyebut nama Akamatsu Anri, tapi Yamane mengoreksinya dan menyebut nama asli wanita itu adalah Cecilia Wang. Det.Sekimoto protes, tapi Yamane tidak peduli. Dan sekali lagi, det.Sekimoto harus merasakan strum dari topi anehnya.

Pertanyaan terakhir soal kelompok misterius yang jadi sasaran gubernur Todou. Det.Sekimoto kembali menjawab asal dengan ‘Unkoros’, padahal yang benar adalah Ouroboros. Dan strum pun kembali bekerja pada det.Sekimoto.

“Aku menang, jadi kembalilah bekerja!” Yamane beranjak dari kursi.

Ternyata permainan tadi adalah kontes untuk menentukan apakah Sekimoto berangkat kerja atau pura-pura sakit. Kalau dia kalah, maka dia harus berangkat kerja. Dan hasil permainan ini dimenangkan oleh … Yamane.

“Melakukan kontes demi alasan kekanakan semacam itu?” ujar Katsumura tidak habis pikir.

“Tapi aku tak bisa mencegah gubernur agar tak bunuh diri. Aku pasti akan menerima tatapan dingin. Seperti ini,” det.Sekimoto menunjukkan flip chart. Ada gambar Sakura yang menatap dingin dan gambar seorang pria berwajah mirip anjing, det.Inui.

Dan seperti biasa, mereka akan memperdebatkan hal tidak penting.

“Pak Tua, bangkitlah!” Yamane memaksa det.Sekimoto untuk bangun. “Berdiri dan perbaiki pakaianmu!”

Yamane kemudian memasankan borgol dan topeng aneh pada Katsumura. Saat tombol yang dipegangnya dipencet, maka Katsumura yang memakai topeng akan tersetrum. Semakin Katsumura mencoba melepasnya, ia juga akan makin tersetrum. Det.Sekimoto tertarik dan ikut mencoba. Sekarang ia justru senang bisa menyiksa Katsumura dengan cara seperti itu. Pun borgol yang diletakkan di tangan Katsumura, juga memberikan efek strum.

Pemaksaan Yamane membuat det.Sekimoto akhirnya masuk kerja. Tapi suasana di tempat kerja sama sekali tidak nyaman. Bahkan Sakura dan det.Inui pun memandang dingin ke arah det.Sekimoto.

Det.Sekimoto mengeluarkan flip chartnya dan mencocokkan gambar di sana dengan versi aslinya, “Sangat mirip!” ujarnya dalam hati.

Waktu terasa berjalan lama. Padahal tinggal satu menit lagi sampai waktu pulang. Dan tepat setelah jam pulang, det.Sekimoto langsung ngacir pergi.

“Tak punya motivasi jadi pulang awal?” sindir det.Inui. Tapi Det.Sekimoto tak sempat mendengarnya.

“Tapi aku senang kebiasaannya melakukan pelecehan seksual berkurang,” ujar Sakura.

Sakura penasaran apakah ada yang mencurigakan soal bunuh diri gubernur, tapi det.Inui mengatakan semuanya tidak ada yang aneh. Det.Inui justru penasaran dengan sekretaris gubernur yang seksi itu, sambil memandangi fotonya. Sakura pun ikut melirik, dan dia mengenali wanita itu. Dia Cecilia Wang atau Akamatsu Anri. Sakura mengaku pernah melihatnya di TKP saat Kadomatsu Tatsuro terbunuh. Dan di sana, juga ada Yamane.

Det.Inui tiba-tiba bersemangat, “Ceritakan lebih banyak padaku!”

Det.Sekimoto memarkir mobilnya di depan rumah bergaya Jepang tradisional. Ia pun masuk ke lorong dan sebuah ruangan dengan lampu temaram. Dari balik layar tipis, tampak seseorang bertopeng misterius, Yuuki Tenmei.

“Mengusir Toudo adalah kejahatan serius. Kita tak bisa membiarkan Yamaneko berkeliaran sesukanya lagi. Jika kau tak mau melakukannya, akan kuserahkan pada Chameleon. Singkirkan Yamaneko!” ujar Yuuki.

Rahang det.Sekimoto mengeras mendengar perintah itu. (ini apaan coba? Jadi selama ini Sekimoto sudah berkomunikasi dengan Yuuki? Atau dia triple agen? hmmmm)

Pagi-pagi dan bar Stray Cats sudah berisik. Mao berkeras tidak mau memakai bando berbentuk kelinci warna pink. Sementara det.Sekimoto baru saja terbangun karena semalaman ia minum banyak.

Sementara Mao masih ribut, det.Sekimoto beranjak ke kran untuk cuci muka. Ingatannya masih menuju perintah Yuuki untuk menyingkirkan Yamaneko.

Singkirkan Yamaneko!”

“Kenapa memasang wajah menakutkan?” Yamane dan det.Sekimoto bicara berdua di atap gedung.

“Apa yang kau dan Yuuki bicarakan di pabrik?” tanya det.Sekimoto balik.

Yamane mulai curiga, “Kenapa tiba-tiba membahas masalah itu? Dan bagaimana kau tahu?”

“Jawab saja pertanyaanku.”

Yamane berbalik, “Kami tak bicara masalah penting. Aku hanya bertanya apa yang dia lakukan dengan topeng di kepalanya saat memakan ramen. Dan poncho apa yang dia pakai tak mengganggu saat ke toilet.”

Det.Sekimoto mengeluarkan senpi dan mengarahkannya pada Yamane, “Kau masih tak mengerti situasimu? Maaf. Jika ingin dendam, dendamlah pada Yuuki.”

Belum sempat menarik pelatuk, Yamane sudah lebih dulu menyerang. Dengan mudah Yamane pun berhasil menekuk det.Sekimoto di lantai hingga ia menyerah dan minta diampuni. Yamane kemudian mengambil senpi yang tadi terlempar dan mengisi kembali dengan peluru dari dalam sakunya.

Det.Sekimoto baru sadar kalau peluru senpi itu tadinya kosong. Ternyata Yamane melepasnya saat det.Sekimoto tertidur. Yamane menyuruh det.Sekimoto memeriksa saku jasnya. Di sana ada pemantik Yamaneko yang juga berfungsi sebagai penyadap.

“Karena ini kau tahu apa yang kurencanakan!” det.Sekimoto kesal.

“Jadi kau sungguh bersekongkol dengan Yuuki,” Yamane masih mengacungkan senpi ke arah det.Sekimoto. “Mari curi negara ini dari Yuuki. Apa itu hanya kebohongan? Sejak awal kau sudah memanfaatkanku!” geram Yamane.

Tapi det.Sekimoto mengelak cepat. Ia mengeluarkan ponsel dan menunjukkan foto seorang wanita dan anak kecil. “Akan kukatakan apa pun yang ingin kau tahu. Aku bercerai dan punya satu anak. Yuuki mengawasi mereka. 3 tahun lalu, kita berjanji di sini dan setelah itu aku mengejar Yuuki. Dan tak diduga dengan cepat, aku bisa menghubunginya lewat koneksi lamaku. (gubernur) Toudo tak tahu soal itu. Yuuki menghargai keahlianmu. Jadi dia menjadikan keluargaku sandera dan membiarkanmu membongkar kejahatan dari orang-orang yang ingin dia singkirkan.”

“Jadi untuk melindungi keluargamu, kau menyerah pada Yuuki. Apa hanya sebesar itu tekad hatimu?” sindir Yamane. (duh si Yamane ini kalau urusan keluarga kayaknya nggak peka banget ya)

“Apa itu juga perasaanku yang sebenarnya? Jika misimu adalah membuat orang di kota ini tersenyum kembali, kau seharusnya mengerti.”

“Lalu, apa yang harus kita lakukan?” Yamane menurunkan senpi-nya, ia mulai melunak.

“Karena gagal membunuhmu, aku tak bisa kembali pada Yuuki. Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah mengubur Yuuki dan mencuri kekayaannya,” tegas det.Sekimoto. (ini benaran atau bohongan lagi ya? Masih terlalu banyak misteri di balik detektif satu ini deh)

“Aku bisa memercayaimu, ‘kan?” Yamane mencari kepastian.

“Aku ingat saat kau memukulku, aku bergabung denganmu untuk bertarung.” Det.Sekimoto mengulurkan tangan yang kemudian disambut oleh Yamane.

Kembali ke bar. Det.Sekimoto dan Yamane membahas soal harta rahasia. Batangan emas Jepang kuno yang tersembunyi di pedalaman Filipina. Katsumura mengaku pernah dengar soal itu, dan jumlahnya luar biasa besar. Tapi baginya itu semua hanya legenda. Tapi Yamane menolak ide itu. Ia menunjukkan koin emas yang ditemukannya.

Katsumura mengambil koin itu, “Ini mungkin saja koin dari harta rahasia itu, tapi karena desainnya mudah sekali dipalsukan, dikatakan ada banyak sekali koin palsu yang beredar.”

Yamane mengaku menemukannya di ruangan bawah tanah bekas pabrik keluarga Hosoda. Pabrik itu dulunya adalah pabrik senjata yang dibangun setelah perang. Dan orang yang membangunnya adalah Yuuki Tenmei.

“Dia fixer terhebat setelah perang,” Katsumura yang menjelaskan. (Orang yang pekerjaannya menutupi kelakuan dan pemberitaan buruk atau membersihkan TKP kejahatan secara illegal). “Aku tahu karena bekerja di perusahaan penerbitan.”

Jika alasan sebenarnya Yuuki membangun pabrik adalah untuk menyembunyikan emas itu, Hosoda dibunuh karena tahu soal itu. Tapi karena yang ditemukan Yamane Cuma satu koin, artinya harta itu sudah dipindahkan ke tempat lain.

“Tapi, kudengar Yuuki Tenmei sudah tewas sekitar 10 tahun lalu,” ujar Katsumura.

“Yuuki masih hidup!” kali ini det.Sekimoto yang bicara. Harta rahasia yang mereka bicarakan itu adalah dana politik Yuuki. Jika harta itu dicuri, artinya Yuuki akan jatuh.

“Hei, apa arti Yuuki bagimu?” Rikako-san penasaran.

“Orang yang mengacaukan hidup kami!” geram det.Sekimoto.

Det.Inui menemui Cecilia di sebuah kafe. Dengan santainya Cecilia menyapa detektif itu dan bertanya soal Sakura. Rupanya Sakura memilih di luar karena dia tidak berminat bertemu dengan Cecilia.

“Kenapa kau memutuskan untuk menemui kami?” tanya det.Inui.

“Bekerja sama dengan polisi adalah tugas warga negara, ‘kan?”

“Maka katakan padaku. Siapa kau?” desak det.Inui lagi.

Cecilia tersenyum, “Yamaneko-san menanyakan hal sama padaku. Aku punya permintaan.”

“Jawab pertanyaanku dulu!” det.Inui tampak tidak suka.

“Dan jika permintaan itu berhubungan dengan jawabannya?” tantang Cecilia kemudian, membuat det.Inui tidak punya pilihan selain mengiyakannya.

Det.Inui dan Sakura kembali ke markas. Ia menceritakan semuanya pada Sakura. Menurut Cecilia, ada orang lain yang juga memanipulasi mantan gubernur Todou. Dan dia dipanggil Yuuki. Si Yuuki ini sepertinya punya hubungan dengan Yamaneko.

Sakura berpikir. Ia kenal dengan nama itu, “Mereka bilang Yuuki Tenmei punya harta rahasia dari mantan pasukan Jepang. Dan Departemen Utama dari Kementrian Keamanan Umum membantu pemindahannya.” Cerita Sakura ini membuat det.Inui menatapnya tajam. “Kenapa menatapku seperti itu? Apa kau sungguh percaya cerita itu?”

Tapi obrolan mereka terhenti saat mereka melihat det.Sekimoto bicara dengan seseorang. Pria itu dari Kementerian Keamanan Umum. Sakura dan det.Sekimoto pun buru-buru bersembunyi.

Setelah det.Sekimoto tak tampak lagi, det.Inui menyusul pria dari Kementrian itu. Dan seperti biasa, dengan kasarnya det.Inui memaksa pria itu untuk bicara.

“Menurut orang dari Keamanan Umum, sepertinya Kepolisian Metro tak memegang data yang berhubungan dengan Yuuki Tenmei. Karena secara resmi Yuuki tidak ada. Sepertinya rahasia penting itu disimpan di suatu tempat,” det.Sekimoto menceritakan informasi yang dimilikinya pada tim Yamaneko.

“Di mana?”

“Museum Sejarah Polisi. Tapi ada di mana bangunannya hanya beberapa orang yang tahu. Aku menghubungi museum resmi, tapi mereka bilang tak ada ruangan seperti itu.”

Dan malam itu pun mereka beraksi. Yamane tengah bersiap bersama Katsumura. Kali ini mereka memakai kostum ala tentara. Sementara Rikako-san sudah bersiap juga bersama Mao.

“Ini lantai gedung museum sejarah,” Mao menunjukkan cetak biru tiga dimensi gedung yang akan mereka masuki malam itu. “Jika menggabungkan semua lantai, hingga lantai 6, ada ruang di bagian belakang. Tapi di lantai 7 hanya ada dinding.” Tampilan berubah menjadi lorong-lorong. “Di koridor lantai 7 saja ada 10 CCTV. Kotak sekring ada di belakang dinding bekerja dengan verifikasi sidik jari,” Mao memberikan penjelasannya.

Bukan hal sulit bagi Katsumura dan Yamane untuk masuk gedung itu. Dan kini mereka sudah sampai di lantai tujuh, tempat ruangan yang dituju. Dan ruangan itu memang benar ada. Katsumura sendiri masih heran, kenapa dia harus ikut serta karena biasanya hanya Yamane saja yang beraksi.

“Akan kukatakan alasannya kau ikut,” Yamane kemudian mendorong Katsumura ke ruangan itu.

Kaget karena didorong begitu saja, Katsumura berdiri dengan satu kaki. Dan sejumlah anak panah pun beterbangan dari sisi kanan dan kiri dinding.

“Aaah, seperti dugaanku,” ujar Yamane.

Diperlakukan seperti ini, Katsumura benar-benar kesal. Rupanya ia dimanfaatkan oleh Yamane untuk mengetes kalau-kalau ada jebakan yang disiapkan. Dan benar saja, di ruangan itu ada jebakan.

Yamane kemudian ikut masuk. Ia memaksa Katsumura melangkah lagi. Tapi ini ditolak mentah-mentah oleh Katsumura. Perdebatan tidak berguna dimenangkan oleh Yamane yang kemudian mendorong Katsumura sekali lagi.

“Jangan khawatir, jika terjadi sesuatu padamu aku tak peduli,” ujar Yamane dengan kejamnya.

Perdebatan masih berlanjut. Dan kini mereka berdua bahkan melakukan suit ala Yamaneko. Bukan suit biasa batu-gunting-kertas.

“Mereka kombinasi yang bagus, ‘kan?” komentar Rikako-san di samping Mao. Mereka berdua terus mengawasi Yamane dan Katsumura.

Mao kemudian melaporkan kalau mereka melihat det.Inui ada di lantai dasar, menuju tempat mereka berada sekarang. Katsumura akhirnya melompat tapi … tepat di atas lem. Sementara Yamane berhasil lolos. Tidak punya pilihan, dan det.Inui yang sudah dekat, Yamane pun benar-benar meninggalkan Katsumura.

Det.Inui membuka pintu dan masuk bersama anak buahnya. Ia dibuat terkejut oleh kehadiran sosok yang dikenalnya, Katsumura. “Kau lagi?” keluhnya tidak suka.

“Di mana Yamaneko?” tanya det.Inui.

“Lari ke arah sana,” ujar Katsumura menunjuk pintu di belakang det.Inui.

Tapi det.Inui tidak percaya dan justru berpikir kalau Yamane ada di dalam brankas. Ia meminta anak buahnya untuk membuka brankas itu. Setelah brankas dibuka … Yamane yang memakai topeng turun dari atas dan menyemprotkan semprotan penidur pada det.Inui serta anak buahnya. Jadi, Yamane tidak perlu susah-susah mencari kode kunci brankas karena sudah dibukakan.

“Pertunjukan yang sangat bagus!” puji Katsumura. Ia dan Yamaneko pun tersenyum gembira dan melakukan tos. “Meow!”

Yamane berbalik menuju brankas sampai Katsumura menghentikannya dan minta tolong.

“Lepas saja sepatumu!” saran Yamane kemudian.

Setelah melepas sepatu, Katsumura mengikuti Yamane masuk ke dalam brankas rahasia itu. Mereka mengacak-acak data di sana. (kayak bukan tempat penyimpanan rahasia deh, lebih mirip gudang dengan keamanan payah, pfyuh)

“Memang benar ada material misterius di sini,” Katsumura menunjukkan sebuah penyimpan file pada Yamane.

“T.Y.file. Tenmei Yuuki. Tak salah lagi. Kerja bagus, hah? Ayo pergi!” ajak Yamane. Ia bahkan masih sempat menggoda Katsumura dengan mengatakan soal resleting.

“Aku takkan tertipu lagi!” ujar Katsumura.

“Yamaneko-san!” suara Katsumura menghentikan Yamane yang berjalan lebih dulu.

“Lagi? Lepas saja kaus kakimu!”

Tapi saat berbalik, rupanya Katsumura sudah ditahan oleh det.Inui. Rupanya dia dan anak buahnya sudah sadar dari semprotan penidur tadi. “Kau pikir pertunjukanmu juga hebat?” tantangnya.

“Kau pikir aku akan menolongnya? Kau pikir aku akan menghentikannya supaya tak ditangkap?”

Perkelahian antara det.Inui dan Yamane tak terelakkan lagi. Tapi kali ini Yamane yang terpojok. Det.Inui bahkan berhasil melingkarkan borgol ke tangan Yamane.

“Kau ditangkap!”

Saat itu Sakura dan det.Sekimoto juga menyusul datang. Betapa kagetnya Sakura saat (lagi-lagi) bertemu Katsumura yang terlibat aksi Yamaneko.

“Orang ini adalah Yamaneko!” ujar det.Inui.

“Kerja bagus. Akan kubawa dia,” ujar det.Sekimoto.

Tapi det.Inui menahannya, “Aku ikut.”

“Sesukamu saja.”

Yamaneko dibawa dengan mobil bersama det.Inui dan det.Sekimoto. Sementara itu, Katsumura satu mobil bersama Sakura dan polisi yang lain.

Katsumura tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia tidak punya alasan untuk dijelaskan pada Sakura. Sementara Sakura tampak sangat terluka. Karena orang yang selama ini disukai, dikagumi dan dipercayainya justru terlibat dengan pencuri yang dikejarnya.

BERSAMBUNG

Sampai jumpa lagi di SINOPSIS Kaito Yamaneko episode 08 part 2

Pictures and written by Kelana

FP: elangkelanadotnet, twitter : @elangkelana_net

About Kelana

fulltime blogger, parttime tentor, dreamer

Leave a Reply

Scroll To Top