Home / Death Note / SINOPSIS Death Note 04 part 2

SINOPSIS Death Note 04 part 2

Sinopsis Death Note episode 04 part 2. Buat yang ketinggalan bagian sebelumnya, sila cek juga di Sinopsis Death Note episode 04 part 1. Pertarungan Light dan L makin seru dengan munculnya Misa, sang ‘Kira Kedua’. Ups spoiler deh.

L memasang kamera pengawas di rumah orang-orang yang dicurigainya. Tidak terkecuali, kediaman keluarga Yagami. L bahkan memasang 64 kamera pengawas di kamar Light.

Death Note 4201

Pengawasan yang dilakukan tidak memperlihatkan hasil yang berarti. Para polisi mulai kesal, tapi L tetap dengan keputusannya. Det.Yagami akhirnya meminta anak buahnya untuk pulang dulu dan istirahat di rumah masing-masing.

Setelah rekan-rekannya pergi, det.Yagami mendekati L, “Mengapa kau terobsesi dengan Light ?”

“Tidak. Aku tidak terlihat seperti itu,” elak L. “Yagami-san, bagaimana menurutmu Kira?”

Det.Yagami mencoba meraba arah pertanyaan L, “Menurutku dia orang yang menyedihkan. Kalau ingin melindungi orang orang terdekatnya dari kriminal, masih ada cara lain. Kira … demi melindungi orang lain, dia justru membunuh orang lain.”

Death Note 4202

L menunjukkan rekaman video kasus saat det.Yagami menangani kasus penyanderaan yang nyaris merenggut nyawanya. L melanjutkan kalimatnya, “ Dua bulan yang lalu, saat kau menjadi sandera, insiden penyanderaan, Si pelaku, Oto Harada tewas karena serangan jantung. Sejak saat itu kejadian yang sama terjadi hampir di seluruh dunia, kemudian intensif hanya terjadi di Jepang. Tapi, semua insiden itu berawal dari insiden penyanderaan itu kan ?”

Det.Yagami mengingat kasus itu, “Menurutku begitu.”

“Aku selalu merasa “Kira” lahir saat itu.”

Death Note 4203

Light ada di rumah dan sedang memasukkan pakaian ganti untuk ayahnya. Tapi pikirannya masih menuju penyelidikan tentang Kira, “Kalau begini terus tidak akan ada yang berubah, Aku harus mendapatkan informasi dari penyelidikan ayah.” Tapi Light dibuat kaget karena ternyata ayahnya justru pulang. :Padahal aku baru mau mengantarkan baju ganti.” Pikiran Light kembali ke kasus Kira, “Kalau ayah pulang, artinya…Dia mau mengambil kamera pengawasnya ?

Det.Yagami heran karena Light tiba-tiba saja diam.

“Kira” masih belum tertangkap ?” tanya Light kemudian.

Tapi det.Yagami enggan memberikan jawaban, “Ada seseorang yang merasa terselamatkan oleh “Kira”. Tapi, “Kira” adalah penjahat. Kejahatan itu adalah, kekuatan untuk membunuh orang.Kalau manusia mendapatkan kekuatan itu, hidupnya akan sial. Bagaimanapun caranya menggunakan nya, kedamaian tidak akan bisa diciptakan dengan cara membunuh orang lain. Menurutmu bagaimana ?” pancing det.Yagami.

“Entahlah… Aku tidak mengerti sampai sejauh itu,” komentar Light.

Death Note 4204

Di kediamannya, L masih saja terus mengawasi Light, “Selama diawasi, kasus pembunuhan oleh Kira masih terus berlanjut. Kalau dia bisa mengahkiri hidup manusia dengan kekuatan pikiran, seharusnya dia membuat gerakan atau mimik wajahnya berubah. Yagami Light bukan “Kira”,” L gusar sendiri.

“L, ini ada panggilan dari Near,” ujar Watari.

Tapi L tidak mengalihkan pandangan dari laptopnya, “Hubungi kembali nanti. Aku akan menghubungimu kembali nanti. Watari, besok kita akan keluar. Dan lagi … copot semua kamera pengawasnya!” perintah L.

“Lagi-lagi kau…” keluh Watari. Tapi seperti biasa Watari pasti melakukan semua permintaan L.

Death Note 4205

Near berbicara dengan bonekanya, Mello. Seperti biasa Mello selalu menyuruh Near untuk mendesak L. Tapi sisi lembut Near meminta Mello untuk bersabar.

“Oi, ayo kita hubungi “Kira”. Ayo bekerja sama dengan “Kira”, dan kita akan menghabisi “L”,” usul Mello akhirnya.

Jelas Near menolak ide Mello ini. Bentakan Mello pun dibalas balik oleh Near.

Death Note 4206

Light dibuat kaget oleh teman-teman sekelasnya yang tengah berkumpul mengerubungi seseorang. Terutama anak-anak perempuan yang mengagumi pria berpakaian putih yang membelakangi Light. Salah satu teman Light menjelaskan jika pria itu adalah pindahan dari Universitas Dallington.

Pria berbaju putih itu berbalik dan mendekati Light, “Yagami Light-san. Kau “Kira” kan? Yagami Light-san,” tembak pria yang ternyata L itu. Ia menyodorkan sekantung snack rasa kaldu seperti yang dimakan Light malam sebelumnya.

Light mengenali suara itu. Suara yang sama yang pernah meneleponnya. Suara yang mengaku sebagai L. Meski kaget sekaligus tidak yakin, Light segera menguasai diri, “Kau lucu juga.Kalau begitu, kau sedang bertarung dengan “Kira”?”

“Benar.”

Light tidak menyangka dengan jawaban L ini. Keyakinan Light jika orang di depannya adalah L, semakin besar. “Apakah kau … “

“Kita pernah berbicara di telepon kan ?” ujar L, seolah tahu apa yang dipikirkan oleh Light. “Yagami-san, maukah kau bermain tenis denganku ? Kau pasti pernah melakukannya di SMA kan ? Aku membacanya di artikel. Aku sama sekali tidak tau, kau jago main tenis ya ?” tantang L.

“Maaf, aku ada kelas, lagian aku tidak mengenalmu,” Light berbalik dan bersiap pergi.

“Kalau kau menang, aku akan memberitahu namaku,” pancing L tidak mau menyerah. “ Gantinya, kalau aku menang, tolong dengarkan permintaanku.”

Bukan Light yang terpancing. Justru teman-teman Light yang meminta Light agar mau menrima tantangan pria ini. Mereka memaksa Light dan mengatakan kalau itu hanya permainan.

Death Note 4207

Light dan L sudah bersiap di lapangan dengan raket masing-masing. Keduanya bersalaman sebelum pertandingan dimulai.

Pikiran Light kacau. Ia mencoba menebak, apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh L padanya kali ini. “Apa kau berencana, mengetahui profilku dari bermain tenis? Walaupun hanya permainan, pertandingan tetaplah pertandingan. Tetap tenang dimanapun dia berada memang terlihat seperti L. Tapi, kalau dia orang yang asli, seharusnya dia tidak menunjukkan dirinya di depan orang. Kalau dia masih mencurigaiku sebagai Kira … “ konsentrasi Light belum sepenuhnya. Beberapa kali pukulannya berhasil dipatahkan oleh L.

Point didapat oleh L, “Aku akan terus menyerangmu lho. Kalau kau memang “Kira”, kau tidak mungkin tertekan kan?” ujar L dalam pikirannya.

Kalau dia memang “L”, pasti dia merencanakan sesuatu.

Aku sengaja menunjukkan wajahku di depanmu, untuk mempersiapkan langkah selanjutnya,” ujar L dalam hati, seperti tahu apa yang dipikirkan oleh Light. “Kau ingin menang dan mengetahui nama ku kan, “Kira” ?

Kalau aku memenangkan ini apakah dia akan semakin mencurigaiku? Apa yang harus kulakukan? Menang, kalah?” Light masih belum menentukan sikap. Sementara pertandingan terus berjalan makin seru. “Tidak, kalau aku kalah dia akan semaking mencurigaiku. Tapi jika kalah, permintaannya apa?”

Tentu saja, kau harus memberitahukan caramu membunuh orang,” geram L dalam hatinya.

“Dia L asli ataupun palsu, aku tidak akan membiarkannya berbuat sesuka hatinya. Aku tidak akan membiarkan mu berbuat seenaknya. Aku akan menghabisimu, L,” Light akhirnya mengambil keputusan.

Pertandingan berakhir dengan game-set 60-40, kemenangan Light.

Death Note 4208

Pertandingan selesai. Seperti awal tadi, L dan Light kembali bersalaman.

“Kau orang yang cukup bersemangat ya,” puji L. “Apa kau seperti ini juga saat menonton TV ? Kau ingin tau namaku?”

Light masih berusaha menahan diri agar tidak tampak penasaran, “Jangan bilang kalau “L” itu nama aslinya.

“Namaku adalah…Ryuga Hideki. Mengalir, di sungai, cepat, tertulis seperti itu,” lanjut L.

“Ryuga Hideki,” Light merasa mengenali nama itu. “Apakah nama itu … “

L tersenyum, “Tentu saja. Itu nama seorang artis.”

Light geram. Tapi ia masih berusaha menyembunyikan emosinya karena dipermainkan oleh L, “Jangan bercanda! Dia menggunakan nama samaran. Aku mengenal wajah artis itu. Kalau namanya ku tulis di Death Note, Kalau aku menulis nama Ryuga Hideki, artis yang asli mungkin akan mati. Artinya, aku tidak bisa melakukan apa-apa.

Death Note 4209

Light tengah memandangi tangannya di bawah shower saat L ternyata mengekor di belakangnya untuk mandi juga.

“Light-kun, ah maaf, Yagami-san, aku terlanjur memanggilmu begitu karena panggilanmu mirip dengan ayahmu,” L membuka pembicaraan.

“Kau bebas memanggilku apa saja,” balas Light.

L merasa jika ucapannya berhasil memancing Light, “Kalau begitu, aku akan memanggilmu “Kira”. Aku hanya bercanda,” ralat L cepat. “Saat aku bertemu denganmu hari ini. Ternyata Light-kun itu orang yang baik, aku pastikan itu. Tapi sebenarnya, aku masih mencurigaimu sebagai “Kira”.”

Light tersenyum membalas ucapan L, “Sayang sekali. Aku bukan “Kira”.”

“Benarkah ?” La masih belum puas. “Oh iya. Permintaannya- Jadilah temanku. Aku akan pulang hari ini. Sampai jumpa dalam waktu dekat,” pamit L kemudian.

Death Note 4210

Sore itu Light seperti biasa nongkrong di lantai atas. Hanya di tempat ini ia bebas bicara dengan Ryuk tanpa dicurigai oleh siapapun.

“Ryuk, sejak mengambil buku ini dan mendapatkan kekuatannya…Aku tidak pernah merasa sial,” ujar Light.

“Kalau manusia mendapatkan kekuatan itu, hidupnya akan sial,” elak Ryuk cepat.

Tapi Light sepertinya tidak setuju, “Mendapat kekuatan, dan lahirnya “Kira”, adalah kebahagian yang luar biasa. Aku akan menciptakan dunia yang baru.”

“Sejak kau mengambil buku itu, kau menjadi bahagia atau tidak, itu semua bukan perbuatanku. Tapi, kalau Shinigami tertarik dengan seorang manusia, orang itu biasanya akan sial,” kali ini Ryuk bicara sedikit serius.

“Kalau begitu… Aku bisa menganggapmu bukan Shinigami biasa kan?” balas Light.

Death Note 4211

Pengacara yang pernah menangani kasus Misa berada di kantornya. Ia masih memeriksa beberapa kasus yang terjadi belakangan. Dan satu yang menarik perhatiannya adalah kematian criminal yang pernah menghabisi keluarga Misa, oleh Kira.

“Kita harus melakukan sesuatu tentang kasus “Kira”. Apa yang akan kita lakukan ?” ujar pria di seberang pengacara itu.

Death Note 4212

Kasus kematian mendadak terjadi di tempat ramai. Polisi melaporkan pada markas jika jasad itu adalah seorang pencuri asal Amerika berusia 36 tahun. Dari apa yang ada di TKP, kemungkinan ia meninggal karena serangan jantung. Selain itu, dari kamera yang dibawanya, juga ada bukti berupa gambar.

Kedua polisi itu tidak tahu, ada seorang wanita yang memperhatikan mereka dari kerumunan orang yang menonton. Dialah si Kira kedua, Amane Misa.

Death Note 4213

L baru saja kembali ke kediamannya saat ada laporan tentang kematian para pelaku kejahatan itu. Pemerkosa, pencuri di toko dan beberapa kasus lain yang semuanya tewas karena serangan jantung.

L heran, “Tiba-tiba Kira menurunkan penghakimannya ke penjahat kelas rendah. Sudah kuduga, dia hanyalah seorang pembunuh.”

Death Note 4214

Berita kasus kematian para penjahat itu juga disiarkan di televisi. Light yang kebetulan tengah menonton heran. Ia tidak merasa menulis nama-nama korban itu.

Sementara itu, berita juga disimak oleh Misa di kediamannya.

“Kenapa kau melakukan semua ini?” tegur Rem.

“Aku ingin dipercayai.. oleh Kira. Rem kan pernah bilang padaku ? Paranoid ?”

“Misa … “ Rem tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Misa ini.

“Demi membuat “Kira” tenang… Aku harus melakukan hal yang sama. Itu yang terbaik kan?” ujar Misa dengan wajah polosnya.

“Kau berencana bertemu dengannya?” tebak Rem yang mulai mengerti jalan pikiran Misa.

Death Note 4215

L memeriksa laptopnya, “Ini aneh. Dia tidak tau nama atau wajah orang-orang itu. Kira seharusnya mendapatkan informasinya dari TV atau internet. Dalam kasus kali ini, penjahat itu tidak diketahui oleh masyarakat.”

Belum selesai keheranan L, mereka dikejutkan oleh berita lain. Markas kepolisian pusat mendapat surat ancaman dari Kira. Dan ternyata surat itu tidak hanya dikirimkan pada markas kepolisian pusat, tetapi juga sudah menyebar sampai media. L kemudian meminta Watari untuk menyalakan televisi.

“Yang ingin saya sampaikan adalah, ini bukanlah surat palsu. Sebenarnya kami tidak berhak berkata seperti ini. Kami hanya ingin memberikan informasi kepada anda,” ujar si penyiar.

Death Note 4216

Di kamarnya, Light juga menyaksikan berita soal surat ancaman dari Kira.

“Baru saja kami menerima informasi, orang yang mengaku sebagai Kira, telah tertangkap. Hioki Hatadaisuke dan seorang pria bernama Kawashima Sora ditetapkan sebagai tersangka. Beberapa saat setelah diumumkan, keduanya tewas karena serangan jantung. Tidak ada yang bisa melakukan ini selain Kira.

Death Note 4217

Pengacara yang menanangi kasus Misa juga menyaksikan berita itu di kantornya. Rupanya ia tertarik pada Kira.

Misa ada di mobil yang tengah melaju saat berita mengenai surat ancaman itu ditayangkan di televisi.

“Karena itu, kami akan menyampaikan pesan dari Kira,” si penyiar beriat menjeda sebentar sebelum mulai membaca.Aku adalah Kira. Aku tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah. Aku mencintai keadilan dan membenci kejahatan. Kepolisian juga bukan musuh kami. Harapanku adalah, menciptakan dunia tanpa adanya kejahatan. Kalau kita semua bekerja sama, ini akan mudah. Kalau kalian tidak menangkapku orang yang tidak bersalah tidak akan mati. Aku ingin kepolisian dan media bekerja sama denganku untuk menciptakan dunia yang baru tanpa adanya kejahatan. Tolong laporkan kepadaku, setiap orang yang melakukan kejahatan, termasuk penjahat yang menindas orang yang lemah. Kemudian, sebagai bukti kerja sama dengan kepolisian, aku ingin seseorang yang berpangkat tinggi di kepolisian dan “L” untuk muncul di TV. Tolong berjanjilah agar bekerja sama dengan Kira. Aku akan menunggu hingga tanggal 4.

Light geram dengan surat ancaman ini. Apalagi semuanya dibuat begitu jelas hingga melibatkan media, “Apa-apaan ini? Apa dia bodoh? Melakukan hal mencolok seperti ini!”

Berita mengenai konferensi pers juga sampai pada L dan para polisi di sana.

“Suruh mereka membatalkannya! Mereka akan dibunuh oleh Kira,” L coba mengingatkan.

“Mereka akan menggunakan nama samaran untuk jaga-jaga,” ujar salah seorang polisi yang menyampaikan laporan itu.

“Sia-sia saja menggunakan nama palsu,” ujar L kemudian.

Death Note 4218

Acara konferensi pers dimulai. Televisi bahkan menjeda acara mereka demi menayangkan konferensi ini secara langsung.

L melanjutkan ucapannya, “Yang membunuh mereka adalah orang yang berbeda. Kira yang ini, bisa membunuh orang hanya dengan melihat wajahnya.”

Kepala polisi mengatakan jika polisi tidak berniat bekerja sama dengan Kira ini. Mereka juga meminta agar media tidak lagi memberitakan soal Kira.

Death Note 4219

Misa yang masih menyaksikan berita lewat ponsel di dalam mobilnya mulai geram. Rupanya tawaran kerjasamanya ditolak mentah-mentah. Misa pun menggunakan mata shinigaminya untuk mengetahui nama polisi yang melakukan konferensi pers itu, “Nama yang tertulis itu palsu ya. Berbohong itu tidak baik lho.” Misa membuka Death Note-nya dan menulis nama si polisi.

Dan hanya dalam hitungan detik, si polisi merasakan dadanya sakit. Ia terkena serangan jantung. Acara konferensi pers mendadak terputus, meski belum selesai.

Death Note 4220

Melihat atasannya dalam masalah, det.Yagami berniat menuju tempat konferensi itu. Tapi L mencegahnya. Ia memperingatkan det.Yagami kalau Kira yang ini bisa membunuh orang hanya dengan melihat wajahnya.

“Kalau kau pergi kesana, kau juga akan mati!” tegas L.

Death Note 4221

Melihat konferensi pers yang tiba-tiba terputus, Sayu yang khawatir pun menelepon ayahnya. Tahu jika Sayu yang menelepon, L kembali memandangi rekaman di rumah keluarga Yagami lewat laptopnya.

“Ayah baik-baik saja ? Sekarang aku sedang menonton TV.”

“ Ayah baik-baik saja,” ujar det.Yagami dari seberang.

Sementara itu, polisi yang lain mulai ribut. Dengan bukti ini, artinya semua orang yang mereka awasi tidak bersalah. Mereka berniat melepas semua kamera yang tersisa. Tapi L tidak mau mendengarkan. L berkeras jika pengintaian mereka masih 8 hari lagi.

Death Note 4222

Obrolan Light dan Sayu terputus saat bel depan berbunyi. Saat dibuka, ternyata Misa yang datang. Sayu kaget karena Misa bisa mengenal kakaknya.

“Aku ingin berbicara dengan Yagami-san,” ujar Misa kemudian.

“Denganku?” Light masih belum mengerti.

“Oh, silahkan masuk! Kamar kakak ada di lantai 2!” Sayu yang terlalu bersemangat karena bertemu artis buru-buru mengajak Misa untuk masuk. “Ayo pakai sendalnya. Aku akan membuatkan kopi.”

Death Note 4223

Sementara Sayu sudah masuk duluan, Misa masih bicara dengan Light, “Punyamu warna apa ? Punyaku warna merah,” aku Misa.

“Merah?” L yang tenga mengamati dari kediamannya bergumam heran.

“Merah? Apanya?” Light masih belum mengerti.

“Kudengar warna hitam yang paling besar. Kalau kamu?” tanya Misa lagi.

L juga ikut bingung, “Hitam?”

Misa lalu menarik tangan Light dan menyentuhkannya pada sebuah benda di dalam tas yang dibawa Misa. Saat berpaling, Light menemukan sosok putih besar ada di sana. Light akhirnya paham apa yang dimaksud oleh Misa. Setelah yakin Light paham yang dimaksudnya, Misa lalu beranjak masuk.

Light sadar tentang kamera pengawas. Termasuk reflek kepalanya yang melihat ke atas, padahal menurut orang biasa, di sana tidak ada apa-apa, “Gawat! Kamera pengawas!” Light buru-buru mengejar Misa yang sudah lebih dulu berlari menuju kamarnya di lantai dua.

BERSAMBUNG

Sampai jumpa di Sinopsis Death Note episode 05 part 1

Picture and written by Kelana

FP: elangkelanadotnet twitter : @elangkelana_net

About Kelana

fulltime blogger, parttime tentor, dreamer

4 comments

  1. Di tunggu eps selanjutnya..

  2. episode 5 nggak bisa di buka padahal ini sudah 10 oktober

Leave a Reply

Scroll To Top