Home / Death Note / SINOPSIS Death Note 05 part 1

SINOPSIS Death Note 05 part 1

Sinopsis Death Note episode 05 part 1. Kelana kembali dengan synopsis baru nih. Misa bergabung dengan pertarungan antara Light dan L. Bagaimana kelanjutannya ya? Oh ya, buat yang ketinggalan, cek juga bagian sebelumnya di Sinopsis Death Note episode 04 part 1 dan Sinopsis Death Note episode 04 part 2

Orang yang namanya ditulis dalam buku ini akan mati. Orang yang menjadi pemilik Death Note bisa menukar setengah dari sisa hidupnya untuk mendapatkan mata shinigami yang bisa membuatnya melihat nama seseorang dan sisa hidupnya hanya dengan menatapnya.

Death Note 5101

L bersama para polisi masih membahas surat yang dikirim oleh orang yang mengklaim dirinya sebagai Kira. Apalagi karena surat ini, salah satu petinggi kepolisian meninggal saat melakukan konferensi pers yang menyatakan mereka tidak bersedia bekerjasama dengan Kira. Ada asumsi jika kejadian ini adalah cara Kira memberitahukan “Aku bisa membunuh hanya dengan melihat wajahmu”.

Pembicaraan beralih pada Light. L masih saja mencurigai Light sebagai Kira, meski dari penyelidikan beberapa hari ini tidak ada hal yang mencurigakan dari Light.

“Misal benar Light-kun itu Kira, dia takkan tertangkap dengan mudah,” komentar L. Ia masih saja memandangi monitor yang menunjukkan rekaman cctv yang dipasang di rumah keluarga Yagami. L masih memperhatikan tamu yang baru saja datang, Misa. “Light-kun menyukai gadis seperti itu?”

Death Note 5102

Light mengajak Misa masuk ke kamarnya. Sementara itu Sayu sudah heboh sendiri. Ia membawakan minuman dan ikutan nimbrung. Sayu penasaran bagaimana kakaknya bisa kenal dengan seorang artis seperti Misa.

Light masih belum bisa menguasai keadaan. Ia khawatir kalau Misa mengatakan atau melakukan sesuatu yang mencurigakan, sementara rumah masih terus diawasi oleh L. Light melirik Shinigami berwarna putih yang datang bersama Misa, “Shinigami… Kira kedua adalah Amane Misa? L mengawasi kita. Aku perlu mengajaknya keluar…” ujar Light dalam hati.

Misa juga tidak mengerti dengan sikap Light yang tampak tidak bersahabat, “Apa dia malu? Ataukah penyendiri?” Misa membatin.

Light akhirnya punya ide. Ia mengatakan kalau di ruangan panas karena pendingin ruangan itu mati. Light mengajak Misa untuk keluar saja. Tapi, keberadaan Sayu sama sekali tidak membantu, sehingga memaksa Light untuk mengusirnya.

“Hubunganmu dengan kakak apa?” Sayu masih penasaran pada Misa.

Misa tersenyum karena Light tidak mengatakan apapun,

Death Note 5103

“Sepertinya tak asing, ah Misa-Misa!” ujar si polisi muda, Matsuda.

L heran. Matsuda menjelaskan kalau Misa-misa ini adalah seorang idol, yang juga model dan penyanyi. Nama lengkapnya Amane Misa.

Sambil bekerja, det.Yagami menyimak pembicaraan L dan Matsuka. Ekspresinya berubah saat ia mendengar nama ‘Amane’. Tapi saat ditanya, det.Yagami tidak melanjutkan. Dan menangkap perubahan ekspresi sang detektif.

Death Note 5104

“Sebenarnya…Aku melihat kakakmu saat konser dan jatuh cinta pada pandangan pertama,” aku Misa, menjawab pertanyaan Sayu.

Light yang tadinya khawatir dengan apa yang akan dikatakan oleh Misa, akhirnya bisa bernafas lega. Tapi kekhawatirannya belum selesai, karena Sayu masih saya kepo dengan hubungan keduanya. Meski memasang muka manis, sebenarnya Misa kesal. Ia berharap agar Sayu segera pergi. Misa dengan mudah mengetahui soal nama Sayu dengan matanya. Ini membuat Sayu terkesan. Tapi Light justru semakin khawatir.

“Yagami Tsuki itu nama yang tak biasa,” komentar Misa, kali ini pada Light.

“Tertulis “Tsuki” tapi dibaca “Light”,” Sayu menjelaskan.

Light curiga. Tapi kemudian ia sadar dengan kemungkinan Misa menggunakan mata Shinigami sehingga bisa melihat nama orang di depannya. Light melirik shinigami milik Misa, yang memperkenalkan dirinya sebagai Rem.

“Kau juga memiliki matanya?” tanya Misa pada Light.

Light kaget. “Gawat!” ujarnya dalam hati. Ia mencoba mencari alasan, “Mata? Mataku baik-baik saja.”

Keadaan makin gawat. Light harus melakukan sesuatu agar Misa tidak semakin melakukan hal mencurigakan. Light kemudian memaksa Sayu utnuk keluar dari kamarnya.

Death Note 5105

Sayu akhirnya berhasil diusir oleh Light. Tapi masalah sebenarnya belum selesai. Sementara itu di kediamannya, L masih saja memperhatikan Light bersama Misa.

“Hei, apa kau nonton TV? Aku melakukannya untukmu!” ujar Misa dengan santainya.

Keadaan makin tidak terkendali. Dengan gagap, Light berusaha menjawab senormal mungkin. Tapi itu membuat Misa kesal, karena Light terus saja bersikap seolah tidak terjadi apapun.

“Kata Rem, jika aku bertemu denganmu aku akan mati,” rengek Misa lagi.

“Kumohon, jangan bilang apa-apa lagi! Jika penggemarmu melihatmu bertemu denganku, mereka akan membunuhmu!” light memasukkan barang-barangnya ke dalam tas. Ia berniat mengajak Misa pergi.

“Berhenti main-main dan katakan saja!” desak Misa lagi. Ia ingin agar Light mengakuinya. Misa menahan Light dari membuka pintu, “Menurutku pertemuan kita adalah takdir. Kau penyelamatku. Aku selalu ingin bertemu denganmu! Soalnya kau…”

Ucapan Misa dipotong oleh Light. Dan Light melakukan satu-satunya hal yang bisa membungkam mulut wanita di depannya itu. Light mendaratkan bibirnya pada bibir Misa. Light mencium Misa!

Sementara itu dari tempatnya, wajah L mendadak kaget. Mulutnya terbuka lebar melihat adegan di depannya itu, “Dia menciumnya!”

(entah kenapa di adegan ini, Na berharap kalau L lebih manusiawi deh. Berharap L tertarik pada wanita. Huaaaa … ok, lupakan ide aneh ini. ntar Na dilempar sandal sama para fans lagi, kan repot)

Death Note 5106

Det.Mogi yang juga melihat adegan itu mengambil alih. Ia mengambil remote dan mematikan layar yang sedang ditonton oleh L, “Seharusnya sangat jelas kalau Light-kun itu bukan Kira. Tak bisakah kau mengaku kalau kau salah? Ini jelas pelanggaran HAM! Mending kita cari tahu tentang surat ancaman Kira.” Ujarnya memperingatkan L.

Death Note 5107

“Light… apa tadi sakit?” tanya Misa khawatir, yang dijawab Light dengan gelengan kepala. Ia dan Light kini bertemu di luar rumah Light. “Kenapa menyuruhku menamparmu?” Misa heran.

Rupanya setelah ciuman pertama, Light kembali mencium Misa. Tapi Misa mendorong Light, menamparnya lalu berlari keluar pintu, meninggalkan Light yang masih berdiri mematung. Saat mencium Misa untuk kedua kalinya, Light menyuruh Misa berpura-pura menampar Light lalu pergi. Light mengajak Misa untuk bertemu di luar rumah, di taman dekat rumah Light.

Light lalu menceritakan kalau di rumahnya ada kamera pengawas dan juga penyadap, yang semua dilakukan oleh L. Mendengar penjelasan Light, Misa ternganga takjub. Ia justru berucap kalau itu keren. Misa mengaku jika dirinyalah yang mengirim surat ancaman pada polisi, semua demi Light. Misa melihat Light di konsernya. Dan dari sekian banyak orang yang datang, hanya ada satu orang yang tidak bisa ia lihat sisa umurnya, yakni Light. Orang yang memiliki Death Note, meski punya mata Shinigami, tidak bisa melihat sisa umur satu sama lain.

Alasan Misa mengirim surat ancaman pada polisi adalah agar L percaya itu dari Kira, dan kemudian melakukan konferensi pers. Saat L muncul di tv, Misa tinggal membunuhnya. Misa berpikir kalau itu ide bagus.

“Maaf, tapi L tak senaif itu,” komentar Light.

Death Note 5108

Kali ini L mengikuti saran det.Mogi. Ia kembali membaca surat ancaman dari Kira yang dikirim untuk polisi. “Munculkan L ke TV dan bersumpah untuk membantu Kira. Kuberi waktu 4 hari untuk menanggapi.”

Berdasarkan isi surat itu, Kira ingin agar L masuk tv lalu membunuhnya. Tapi polisi berpikir tidak akan membiarkan itu terjadi.

“Aku tak keberatan mengadakan konferensi pers,” balas L dengan santainya. “Jika aku tak muncul di publik, korban akan semakin bertambah. Tapi aku khawatir, dia akan percaya atau tidak kalau aku L.”

Si polisi muda, Matsuda mengusulkan untuk menggunakan peran pengganti lagi seperti dulu. Tapi L menolak ide ini, karena masih berurusan dengan nyawa. L memutuskan menunda mencari ide lain, karena masih ada 4 hari lagi.

“Ide dibunuh oleh Kira tapi tak melibatkanku.” L melihat ada noda di bajunya. Dan seperti biasa, ia memberikan kode pada buterlnya, Watari untuk memberikan pakaian baru. L berjalan kembali ke meja kerjanya, “Sayang sekali, ini bukan Kira. Kira, dia tak membunuh orang yang tak berdosa. Dengan demikian, opini publik tertuju padanya dan mendapatkan dukungan dari populasi tertentu. Apakah orang macam itu akan membunuh tanpa pandang bulu dan mengirim surat ancaman?”

“Tingkat hukuman kepada para penjahat tiba-tiba menurun bisa jadi yang ini penipu,” sambung Himura, satu-satunya polisi wanita di tim itu.

“Meski begitu, si penipu ini bisa membunuh hanya dengan melihat wajah. Dengan kata lain, kekuatan membunuhnya melebihi Kira,” det.Yagami menimpali.

“Ya. Menurutku kita harus berasumsi kalau Kira kedua sudah muncul,” L menyimpulkan.

(di drama ini ada banyak parade Yamaken shirtless, hehehe … jadi, silahkan dinikmati. Untuk ukuran actor muda, badannya Yamaken lumayan lah. Belom kelihatan kotak-kotak banget sih, tapi cocok sama usianya, haish ini si Na bahas apaan sih?)

Death Note 5109

Light memperingatkan Misa jika bisa saja L sudah menyadari kehadiran Kira kedua. Tapi Misa tidak berpikir seperti itu. Misa berpikir, jika L sudah disingkirkan, maka polisi akan mau bekerja sama dengan mereka untuk mewujudkan dunia tanpa kejahatan. Light benar-benar kesal dengan jalan pikiran Misa yang sangat naïf.

“Hei, lihat ini!” Misa memamerkan Death note-nya.

“Death Note berwarna merah?” Light heran. “Kau tak selalu membawanya, ‘kan?” Light curiga.

“Aku selalu menyimpannya di sini,” ujar Misa menunjuk tasnya dengan polos. Tapi melihat wajah Light misa sadar, jika seharusnya tidak begitu. “Maaf, Aku akan menyimpannya mulai sekarang,” rajuk Misa. Ia kemudian memeluk Light, “Jadi, mari lenyapkan L bersama-sama. Aku akan menjadi matamu.”

Death Note 5110

“Jika aku Kira, aku akan bekerja sama dengan Kira kedua,” ujar L. Menurut analisisnya, saat ini Kira dan Kira kedua yang mengirim surat ancaman, belum bekerja sama. L sadar benar, kalau Kira yang asli tidak akan berbuat sembrono dengan mengirimkan surat ancaman seperti itu. Dibanding Kira asli, Kira kedua lebih lengah. “Kita bisa menangkapnya sebelum Kira asli. Mungkin itu akan menjadi petunjuk untuk menangkap Kira,” ujar L yakin.

“Mogi, cari tahu alamat dari mana surat ini dikirim! Himura-san, analisa rekaman kamera di area itu. Aizawa dan Matsuda, analisis surat ini!” det.Yagami membagi tugas untuk anak buahnya itu.

Death Note 5111

“Amane-san, bisa kubawa death note-mu?” pinta Light mengulurkan tangannya.

Misa heran. Ia berpikir kalau mereka akan melakukan ‘pekerjaan’ ini bersama-sama. Tapi Light berpikir kalau Misa tidak perlu ikut campur. Ia yang memulai perang ini, dan ia sendiri yang akan mengurus semuanya. Light meminta Misa untuk kembali ke kehidupan biasanya.

Tapi Misa tidak senang, “Nishida… kau yang menghukumnya, ‘kan? Orang yang membunuh keluargaku 10 tahun yang lalu. Sejak itu Kira adalah pahlawanku. Kau berarti bagiku.”

Ponsel Misa berbunyi, dari managernya. Pekerjaan sudah menunggu. Tanpa sempat melanjutkan ucapanya, Misa pamit pergi dan meninggalkan Light yanga masih terdiam di sana.

Death Note 5112

“Apa Light-kun pernah mengatakan sesuatu tentang Amane Misa? Tadi, saat mendengar namanya kau bereaksi,” tanya L pada det.Yagami saat para polisi yang lain sudah bubar untuk bertugas.

“Beberapa saat lalu, Amane diserang oleh penguntit yang bernama Yukida. Nama Light muncul di riwayat panggilan ponselnya Yukida, tapi, dia bilang cuma sekali bertemu. Dia mengalami kecelakaan setelah menyerang Amane,” cerita det.Yagami.

“Bukan serangan jantung?” selidik L. “Tak apa meski tidak,” ujarnya kemudian melihat ekspresi det.Yagami yang tidak mengatakan apapun.

Death Note 5113

Ryuk mengobrol dengan Light di atas gedung seperti biasa. Ia bahkan menyebut Light sebagai mata keranjang, karena insiden Light mencium Misa. Ryuk ingin tahu apa yang akan dilakukan Light terhadap Misa. Ryuk mengusulkan agar Misa dibunuh saja, sebelum nanti dia tertangkap.

Tapi Light punya pemikiran lain, “Dia memiliki mata shinigami. Aku bisa memanfaatkannya untuk mencari tahu nama L.”

Ryuk menyimpulkan kalau Light tidak berniat membunuh Misa. Ryuk mengingatkan kalau wanita-lah yang membuat pria melakukan kesalahan.

“Jika kita melenyapkan L, bahaya dalam hidupnya akan menurun, jadi diam saja!” tegas Light.

Death Note 5114

Misa bersama teman-teman satu grupnya tengah diwawancarai oleh seorang reporter. Saat reman-temannya mengatakan pria idaman mereka masing-masing, Misa dengan santainya mengatakan kalau pria idamannya adalah Kira.

Mendengar ucapan Misa, manager buru-buru minta agar bagian itu dipotong dan menganggapnya hanya sebagai lelucon saja. Manager memperingatkan Misa agar tidak membahas soal Kira lagi. Ide ini jelas diprotes oleh Misa.

Death Note 5115

Det.Yagami pergi keluar. Ia menemui polisi yang menangani kasus kematian penguntit Misa, si Yukida. “Dulu kau bilang karena kecelakaan, tapi aku ingin dengar tentang TKP.”

“Boleh kutanya untuk apa?” si polisi bertanya dengan hati-hati.

“Untuk berhati-hati.”

Death Note 5116

Light ke kampus seperti biasa. Ia memandangi sobekan kertas Death note di tangannya. Light mulai khawatir karena stok kertasnya semakin menipis. Sementara eksekusi penjahat yang sudah ditulisnya beberapa hari yang lalu juga sudah hampir habis. Light berpikir untuk segera mencari jalan keluar soal kamera di kamarnya.

Sementara itu teman-teman Light yang perempuan justru ribut soal Ryuga. Saat ditanya soal Ryuga (L), Light menjawab tidak tahu. Tapi para gadis tidak berhenti begitu saja. Mereka justru semakin merumpikan si tampan Ryuga ini. Mereka pun berdebat soal penampilan Ryuga dan bahkan Misa.

Sementara Light masih tenggelam dalam pikirannya, “Bagaimana cara menunjukkannya pada L? Surat ancaman itu pasti membuatnya lebih waspada.”

Tapi obrolan mereka terhenti karena keributan dari arah pintu ruangan. Rupanya para mahasiswa itu mengenali seorang wanita yang baru datang sebagai si idol, Misa-misa. Misa sendiri dengan santainya mencari dan kemudian menuju meja tempat Light berada.

“Light ketemu!” Misa sumringah. Ia berhasil menemukan Light meski Light sebenarnya sudah menyembunyikan wajahnya dengan tangan. “Kami ada pemotretan di studio terdekat.”

Teman-teman Light dibuat heran karena Misa mengenal Light. Apalagi sahabat Light yang sangat mengidolakan Misa.

“Kenapa kau ke sini?” protes Light.

“Soalnya kau sangat ingin harta karunku, ‘kan?” ujar Misa santai.

Merasa keadaan makin gawat, Light segera menarik Misa dan keluar dari ruangan itu. Sementara itu, sahabat Light merasa terhianati melihat Light pergi sambil menggandeng tangan idolanya, Misa.

Death Note 5117

Light kembali membawa Misa ke taman, “Kau membuat masalah! Kau itu selibritis! Tak wajar seenaknya mampir! Mencurigakan! Mencolok!” protes Light keras.

Tapi Misa mengulurkan death note-nya pada Light hingga membuat Light terdiam. “Aku tak mau jadi bebanmu, dan kau khawatir aku memilikinya, ‘kan? Ini.” Misa beralih pada shinigaminya, “Rem, aku hanya menitipkannya, jadi aku masih si pemilik buku itu. Kekuatan mataku masih ada, ‘kan?”

Light mengulurkan tangannya dan mengambil death note itu dari Misa.

Rem mengiyakan pertanyaan Misa, “Itu berarti Yagami Light menyembunyikan bukumu.”

Misa kembali membujuk Light untuk menjadi matanya dan minta dipertemukan dengan L. Tapi Light tidak ingin misa terlibat bahkan tertangkap. Misa masih merengek dan menganggap Light sebagai idolanya, meski Light menolaknya mentah-mentah. Misa kembali mengungkit soal Nishida, pembunuh keluarganya yang lolos dari hukum, tetapi akhirnya dihukum oleh Kira.

Misa juga membahas soal penguntitnya, Yukida, “Ya. Aku diambang kematian lalu diselamatkan oleh…” Misa menunjuk shinigaminya, Rem.

“Bukan,” elak Rem cepat. “Si penyelamat Misa adalah Gelus.” Rem lalu menceritakan jika Misa punya penggemar dari dunia shinigami, yakni Gelus ini. Gelus pun selalu memandangi Misa. Saat sadar sisa umur Misa hampir habis, Gelus mati demi membunuh Yukida.

Light heran, “Shinigami bisa mati?”

Rem melanjutkan penjelasannya, “Shinigami ada untuk memperpendek kehidupan manusia. Kami ada hanya untuk mengambil. Jika kami memperpanjang umur, kami akan berubah menjadi pasir dan debu, lalu mati.”

Misa justru menganggap cerita Rem itu romantic, memberikan hidup demi cinta. “Perasaanku sama dengan Gelus. Sejak aku mengambil Death Note yang dijatuhkan Gelus, aku memutuskan untuk membantu Kira. Lalu, mata shinigami…Kupikir setengah dari sisa umurku akan menjadi harga yang pantas untuk menemukanmu. Light! Pacaranlah denganku. Jika pacaran, akan wajar jika kita bertemu, ‘kan?” bujuk Misa kemudian. “Semakin menyembunyikannya, akan semakin mencurigakan! Lebih baik terus terang.”

Tiba-tiba Light punya ide, “Benar! Baiklah, mari kita coba. Akan kusimpan ini!” Light mengacungkan death note milik Misa lalu pamit pergi, meninggkan pertanyaan di benak Misa.

(dibanding Misa di versi movie, kayaknya Misa yang disini dibuat lebih dudul ya, hmmm. Toda Erika jadi Misa, masih belum tergantikan sih)

Death Note 5118

Det.Yagami baru saja kembali saat L menyambutnya dengan pertanyaan dari mana.

“Kau menyelidiki penyebab kematian Yukida, ‘kan?” tembak L.

“Mereka akan mengabariku jika sudah ada kabar,” aku det.Yagami akhirnya.

Death Note 5119

L kembali mengawasi kamar Light saat ia melihat Light mendekat ke arah kamera yang dipasangnya di dalam AC. Tapi belum sempat Light menemukan kamera itu, ponsel Light sudah berbunyi. Dari L.

“Hei, Light-kun! Selamat karena sudah menyadarinya, Light-kun,” ujar L dari seberang.

“Ryuga?” Light bertanya balik. Padahal dalam hati ia mengutuk L yang sudah mencurigainya.

“Ryuga?” det.Yagami heran menatap L.

“Nama palsu yang kupakai saat mengunjungi kampusnya.” L menjelaskan.

“Kenapa kau melakukan ini?” tanya Light. “Sudah kubilang, aku bukan Kira. Jika sangat mencurigaiku, kenapa tak keluar dan bicara langsung padaku? Keluarlah, L!” tantang Light,

“Kau mungkin tahu hal ini, tapi Kira mengirim surat ancaman. Aku tak bisa keluar,” aku L.

“Kira?” Light heran. Dalam hatinya ia membatin, apakah L belum menyadari kehadiran Kira kedua yang mengirimkan surat ancaman itu.

“Jika ingin bertemu denganku, kenapa tak ke sini saja. Kantor penanggulangan Kira?” tantang L balik. Ia menyebut nama sebuah hotel.

“Baiklah. Aku ke sana!” Light setuju. “Tapi sebelum itu, pasti ada kamera lainnya, ‘kan? Aku mau melepasnya, beritahu di mana letaknya.”

“Baiklah!” tanpa ragu L setuju. Ia lalu mematikan telepon, pembicaraan terputus.

Det.Yagami protes pada L yang justru masih terus mencurigai Light. L mengabaikan protes itu. Ia malah berpesan pada timnya agar tidak membahas soal Kira kedua di depan Light nanti, karena L ingin mengujinya.

Death Note 5120

Light menatap deretan peralatan pengintaian dan penyadapan di depannya. Atas petunjuk L, semua benda itu sudah dilepas. Sekarang rumah sudah aman.

“Tapi, memasuki markas musuh bukankah sedikit berbahaya?” komentar Ryuk.

“Aku akan waspada, tapi, agar L keluar dan Misa bisa melihatnya, pertama-tama aku harus bertemu dengan L. Jika aku bermain dengan benar, aku bisa lebih tahu tentang kemajuan penyelidikan Kira.”

Ryuk lagi-lagi dibuat terkesan dengan ide Light, “Dua burung dengan satu batu! Light … keren!”

Death Note 5121

Light benar datang ke Hotel East Oriental seperti yang dikatakan oleh L. Di depan ia disambut oleh si polisi muda, Matsuda. Mereka lalu dibawa masuk oleh butler L, Watari. Mereka masuk dan menuruni sejumlah tangga gelap. Light baru mengerti kalau markas penyelidikan Kira ada di ruang bawah tanah hotel. Watari meminta mereka semua meninggalkan alat komunikasi di sebuah tempat. Selain itu, ia juga menyemprotkan cairan pada Light dan mengatakan kalau ini karena L sangat sensitive dengan kebersihan.

“Silahkan!” Watari membukakan pintu ruangan L.

BERSAMBUNG

Sampai jumpa di Sinopsis Death Note episode 05 part 2

Picture and written by Kelana

FP: elangkelanadotnet twitter : @elangkelana_net

About Kelana

fulltime blogger, parttime tentor, dreamer

Leave a Reply

Scroll To Top