Home / Death Note / SINOPSIS Death Note 03 part 2

SINOPSIS Death Note 03 part 2

Sinopsis Death Note episode 03 part 2. Eits, masih pada sabar nungguin kan ya? Semoga iya deh. Sebelum lanjut ke bagian berikutnya, cek juga bagian sebelumnya di Death Note episode 03 part 1

Light gagal membunuh agen FBI yang mengikutinya karena ternyata namanya adalah nama palsu. Tapi Light punya ide untuk memanfaatkan orang ini. Apa yang akan dilakukan Light?

Death Note 3201

Hari sebelumnya Light menolak saat kawan-kawannya mengajak datang ke konser Misa. Tapi, ternyata hari ini Light justru ikut mereka.

“Jika jalan bareng seperti ini, dia takkan curiga kalau aku sedang mencari tempat yang tak ada kameranya,” ujar Light dalam hati. Ia sadar jika masih terus diikuti oleh orang asing agen FBI itu. Sambil mengobrol bersama teman-temannya, Light sebenarnya mencari tempat yang tidak terjangkau oleh cctv. Untuk menyamarkan tujuan sebenarnya, Light mengajak teman-temannya berkeliling terlebih dahulu sebelum konser.

Light menemukan sebuah café di dekat sana. Ia melihat sekitar, tidak ada cctv-nya. Light pun mengajak teman-temannya untuk mampir dan minum the lebih dulu. Light melihat sekitar, ternyata di tempat itu bisa memesan tempat terlebih dahulu. Sebuah tempat yang sempurna.

Death Note 3202

Si agen FBI, Raye Panber masih terus mengikuti Light yang berjalan bersama teman-temannya. Tapi ponselnya berbunyi, dari L.

“Ada perkembangan?” tanya L dari seberang.

“Keluarga Goda dan Yagami biasa saja. Mungkin tebakanmu salah,” lapor Raye.

“Ada yang mendekatimu?” lanjut L. “Jika aku Kira, dengan membunuh seluruh agen FBI, aku takkan dicurigai lagi.”

“Itu tak mungkin. Tak seorang pun yang tahu— “ tapi ucapan Raya terputus. Ia teringat insiden pembajakan di dalam bis. Saat itu Light yang diikutinya sempat melihat sesuatu. “Dia melihat foto tunanganku. Nanti kukabari lagi.” Raye menutup telepon.

Sementara itu di kediamannya, L memahami sesuatu. Ia menulis di kertas dan meminta butlernya, Watari untuk memenuhi permintaan itu. “Sepertinya Kira akan bergerak.”

Watari menerima kertas itu dan mengeluh seperti biasa, “Permintaan aneh lagi!” tapi senyum sumringah L tidak pernah membuatnya tidak melakukan perintahnya.

Death Note 3203

Malam itu, konser Misa bersama grupnya seperti biasa. Tapi, meski sedang tampi, Misa beberapa kali mencuri pandang ke arah penonton. Ada yang dicarinya. Setelah onser selesai, Misa bersama grupnya kembali ke ruang ganti. Manager mengingatkan Misa untuk tidak terlalu memaksakan diri karena Misa baru pulih dari insiden kemarin.

Misa menulis sebuah nama di atas tissue, “Ini bacanya apa?”

“Yagami Tsuki?” ujar kawan Misa. “Siapa?”

“Bukan siapa-siapa,” elak Misa kemudian. (nama Light memang bukan nama yang lazim. Karakter namanya bisa ditulis dengan karakter ‘tsuki’, sehingga orang yang tidak tahu akan membacanya sebagai ‘tsuki’—bulan)

Death Note 3204

Light pulang ke rumah dan mendapati ayahnya yang jarang pulang itu sudah duduk di kursi. Det.Yagami berniat mengajak Light bicara. Meski kaget dan curiga, Light berusaha menyembunyikan itu semua. Dia bahkan mengatakan kalau ada hal lain yang juga ingin dibicarakannya.

“Aku dapat telpon gurauan” cerita Light.

“Dari L,” ujar det.Yagami.

“Ayah tahu L? Dia bilang tentang menangkap Kira, detektif? Kenapa gurauan seperti itu jadi populer? Tapi, rasanya meyakinkan.”

“Maaf, Light,” sesal det.Yagami.

“Untuk apa?” tanya Light balik. “Ayah selalu memiliki rasa keadilan yang tinggi. Dia takkan bohong,” ujar Light dalam hati. Ia berusaha meyakinkan dirinya.

“Sebenarnya, aku menyelidiki Kira bersama L. Dia menelpon orang yang dirasa mencurigakan.”

“Sudah kuduga, bukan aku saja. Jadi, dia itu benar-benar L?” Light berusaha meyakinkan. “Aku salah satu tersangka?” tebaknya kemudian.

Det.Yagami meyakinkan putranya kalau semua baik-baik saja. Tapi Light bersikap seolah dia terkejut dengan cerita ayahnya ini. Light melihat dengan jelas kelelahan di wajah ayahnya. Ia bahkan khawatir kalau ayahnya dalam bahaya. Light bahkan menyarankan agar ayahnya berhenti saja dari penyelidikan ini.

“Karena itu aku ingin bicara denganmu. Aku takkan mundur sampai Kira diringkus!” tegas det.Yahami.

Maaf, Ayah. Aku juga tak bisa mundur. Kita hanya melalui jalan yang berbeda,” ujar Light dalam hati. “Tapi, tujuanku sama dengan Ayah.”

“Jika terjadi sesuatu padaku, tolong rawat Sayu. Aku berharap padamu, Light,” pesan det.Yagami kemudian.

Death Note 3205

Hari berikutnya, Light masih saja terus diikuti oleh Raye. Light masuk ke toilet umum di taman. Saat sadar buruannya ternyata tidak juga keluar, Raye menyusul masuk. Toilet kosong. Raye sadar ternyata buruannya itu sudah kabur. Raye menemukan sebuah kartu nama café di toilet. Lalu di belakangnya disebutkan jika sudah dipesan tempat di café itu atas nama tunangannya, Cathy Cambell.

Mau tidak mau Raye pun mencari café itu. Disana ia sudah disambut pelayan yang menunjukkan untuknya meja atas pesanan Cathy Cambell. Raye menemukan tas kertas berwarna hitam.

Death Note 3207

Raye menemukan sebuah alat komunikasi di dalam tas kertas itu.

“Raye Penber-san. Karena tidak tahu nama aslimu, maka kupanggil begitu,” ujar sebuah suara yang ternyata Light. Ia sedang berada di café tidak jauh dari tempat Raye duduk. Sebuah café yang terletak lebih tinggi dan tidak terjangkau kamera.

“Kau siapa?”

“Kira,” aku Light. “Mulai sekarang ikuti petunjukku. Jika macam-macam, Cathy Cambell akan mati.”

“Apa yang kau rencanakan, Kira? Cathy tak ada hubungannya dengan ini. Jangan sakiti dia!” pinta Raye.

“Kalau begitu jawab pertanyaanku. Siapa nama L?” Light to the point. Ia tidak tahu kalau di kediamannya, L ternyata juga ikut mendengarkan pembicaraan mereka. Sayangnya suara yang didengar L tidak jelas, lantaran alat yang digunakan Light hanyalah alat mini.

“Tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu nama L. Percaya padaku.”

Death Note 3208

Light kemudian mencari tahu jumlah agen FBI yang bertugas di Jepang. Menurut Raye, mereka ada 12 orang. Light menyuruh Raye menelepon rekannya dan mencari tahu nama, profil serta wajah seluruh agen itu. Raye menuruti perintah Light. Ia menelepon rekannya dan minta dikirimkan nama, profil serta gambar seluruh agen yang bertugas. Tapi rekan Raye mengatakan ia tidak bisa dan meminta Raye bicara langsung pada pimpinan. Raye akhirnya menghubungi pimpinannya dan mendapatkan profil seluruh agen yang bertugas.

Light kemudian menyuruh Raye mengeluarkan pulpen dan amplop dari tas hitam itu, “Perhatikan baik-baik wajah setiap agen dari data yang kau terimalalu tulis nama mereka di setiap lubang amplop.”

Tapi rupanya Raye mencari kesempatan untuk menghubungi L. Sayangnya Light tahu hal itu dan meminta Raye untuk segera memutusnya dengan ancaman kematian tunangannya.

“Baik, akan kutulis,” Raye tidak punya pilihan lagi.

Death Note 3209

Apa yang ada dalam amplop? Light sudah mempersiapkannya di malam sebelumnya.

Ia menulis sejumlah keterangan peristiwa di halaman death note, tapi menyisakan sejumlah baris untuk menulis nama. “Tinggal menulis nama agen FBI di sini, mereka akan melakukan hal yang sama dan menerima file lalu mati karena serangan jantung. Dan jika kutulis urutan kematian dan urutan di mana mereka menerima file secara acak, takkan ada yang tahu siapa pelakunya.”

“Tapi, bagaimana kau bisa tahu nama dan wajah mereka?” tanya Ryuk.

Light tersenyum sumbang, “Aku tak perlu tahu. Tinggal menyuruhnya. Halaman Death Note masih bisa digunakan meski robek.” Light kemudian menyobek halaman death note dengan penggaris.

“Aku bahkan tidak tahu,” aku Ryuk. (errrr … ini shinigami satu bener-bener payah ya)

“Meski dia bukan pemilik Death Note, selama dia tahu nama dan wajahnya, hasilnya akan sama,” light memasukkan kertas itu ke dalam amplop yang sudah dilubangi tepat pada tempat menuliskan nama.

“Kau lebih baik dari shinigami, Light!” puji Ryuk senang.

Death Note 3210

Light kemudian menyuruh Raye menuliskan namanya sendiri di kolom terakhir.

Serangan jantung. 25 Juli 2015. 5:30 sore. Setelah menulis nama agen dan namanya sendiri, dia memasukkan amplop, pen, dan lainnya ke dalam tas lalu meninggalkan kafe. Lalu, membawa tas ke pabrik Araide yang terbengkalai.

“Selamat tinggal, Raye Penber.” Light tersenyum puas. Saat Raye berdiri dan beranjak pergi, Light juga keluar dari café dan mulai mengikutinya.

Death Note 3211

Det.Mogi memberikan laporan pada L, “Menurut laporan saksi, dia tiba-tiba merasa sakit. Penyebab kematian karena serangan jantung. Dilihat dari barang-barangnya, dia agen FBI.”

“Tunggu…L. Baru saja…”

“Agen FBI terbunuh.” Ujar L pada det.Yagami yang ada di sebelahnya. “Itu sepertinya ulah Kira. Dari 12 agen, 5 sudah mati. Dan sisanya akan mati satu persatu.”

“Dari mana kau tahu itu Kira?”

“Salah satu agen didekati,” cerita L.

“Apa yang terjadi padanya?”

Aku tak bisa menghubunginya. Mic-nya sudah dibuang,” ujar L kemudian.

Death Note 3212

Light mengikuti Raye ke sebuah gudang yang sudah terbengkalai, sesuai rencana yang dibuatnya. Disana ia menemukan Raye tertelungkup di lantai. Tapi, saat didekati ternyata Raye masih hidup. Raye bahkan menodongkan senpi pada Light.

“Jadi kau Kira? Yagami Light. Tidak, Kira.”

“Bagaimana caramu membunuh? Apa kertas ini ada hubungannya dengan caramu membunuh?” Raye mengeluarkan amplop yang tadinya sudah dipersiapkan Light. Ternyata Raye sudah melihat seluruh isi kertas itu. “Jawab!”

Death Note 3213

Tapi Light hanya bisa melihat dengan waspada tanpa bisa berbuat apa-apa di bawah todongan senjata. “Sial!”

“Tak apa meski kau tak mau menjawab. Selama kau masih hidup, tunanganku, yang sudah kau ketahui, akan merasa ketakutan sampai dia mati. Kulakan ini untuk melindungi keluargaku.”

“Tapi, aku juga tak mau mati,” elak Light. “Jika saja tahu namanya…” Light rupanya masih menyembunyikan secuil kertas death note di tangannya, sementara tangan yang lain memegang pena, siap menulis. “Namanya … “

“Kita tak bisa tunduk pada kejahatan. Bersiaplah!” Raye menarik pelatuknya pelan. Tapi mendadak ia memegangi dadanya, kesakitan. Tembakan Raye meleset dan tidak mengenai Light.

Light tidak mengerti dengan apa yang terjadi, “Serangan jantung. Apa yang terjadi?” tapi setelah memastikan Raye tidak bernafas lagi, Light buru-buru mengambil kertas, alat-alatnya dan juga tas hitam yang tadi dibawa Raye. Light segera menyingkir pergi dari tempat itu.

Death Note 3214

Sementara itu, tidak jauh dari tempat Light dan Raye bertemu, seseorang melihat. Dia membawa buku berwarna merah jambu di tangan, dan tersenyum manis.

Death Note 3215

Det.Yagami menuju tempat yang diberitahukan oleh L dari pelacaknya. Saat sampai sana, det.Yagami tidak menemukan siapa-siapa lagi, kecuali Raye yang sudah tergeletak tidak bernyawa di lantai.

“Sayang sekali,” komentar L saat det.Yagami memberinya laporan soal Raye.

Death Note 3216

L tampak kesal sendiri. “Aku barusan ditelpon. Seluruh agen FBI mati. FBI memutus hubungan dengan penyelidikan Kira. Kali ini aku gagal!” geramnya di depan Watari. L lalu memberikan sehelai kertas pada Watari, “Ambil!”

“Permintaan aneh lagi?” protes Watari seperti biasa.

“Akan kuhabisi Kira!” geram L lagi.

Death Note 3217

Dengan nafas tersengal karena berlari, Light akhirnya memilih berhenti di sisi sungai, “Inikah namanya “nyawa di ujung tanduk”?” gumam Light. Ia kemudian kaget melihat kehadiran Ryuk. “Apa kau menyelamatkanku?”

“Tidak mungkin. Aku tak bisa menyelamatkanmu,” elak Ryuk cepat. “Bukankah sudah kubilang? Aku bukan musuh maupun teman.”

“Lalu siapa?” Light masih belum mengerti.

“Entahlah. Mereka nanti juga memperlihatkan diri. Bersama dengan shinigaminya sendiri. Kira kedua,” ujar Ryuk akhirnya.

Death Note 3218

Apa yang terjadi sebenarnya?

Ternyata selama konser berlangsung, Misa melihat ke arah penonton. Ia menggunakan mata shinigami miliknya untuk melihat nama dan sisa usia orang-orang disana. Lalu ia menemukan sebuah nama, Yagami Tsuki.

Death Note 3219

“Akhirnya kau menggunakan mata Shinigamimu,” ujar Rem, shinigami berwarna putih itu.

“Nama yang tak biasa, dan aku tak bisa melihat sisa umurnya. Itu berarti dia Kira! Aku kaget banget. Tak kusangka Kira itu penggemarku,” Misa sumringah.

“Kenapa kau menyelamatkannya?” tanya Rem.

“Dia membalaskan dendam keluargaku. Karena itu, aku ingin berterima kasih,” Misa mengacu pada pria yang membunuh seluruh keluarganya dan telah mati juga oleh Kira.

“Lalu? Mulai sekarang apa yang akan kau lakukan?”

“Rahasia,” ujar Misa senang.

Death Note 3221

L masih melamun di kamarnya sendiri, “Akan semakin menarik! Kau tak bisa lolos lagi, Kira.”

BERSAMBUNG

Sampai jumpa di Death Note episode 04 part 1

Picture and written by Kelana

Posting at www.elangkelana.net

About Kelana

fulltime blogger, parttime tentor, dreamer

4 comments

  1. Penasaran 😀

  2. pokonya jngan lama lama yaaa .. keren keren .. lanjutkan … semangat okeee

Leave a Reply

Scroll To Top