Home / CN Blue / FAN FICTION – Can’t Stop

FAN FICTION – Can’t Stop

FAN FICTION – Can’t Stop
Author: Elang Kelana
Rating: teen
Genre: romance
Main Cast: CN Blue – Jung Yong Hwa dan nona Park
“Benarkah? Jadi aku orang yang pertama kali mendengarkannya?” tanya gadis itu tidak yakin. Tapi dia kemudian memasangkan headset ke telinganya dan mengaktifkan pemutar lagu pada gadget yang juga disodorkan padanya. Terdengar denting piano pelan mengalun. Gadis itu pun mulai larut menikmatinya.
Harue han beonman geudaen tteoollyeojwoyo miss you (Once a day I think of you, miss you)
Harue han beonman naneun ijeobolgeyo (Once a day I try to forget you)
Geugeotdo andwaeyo geugeotdo andwaeyo (No I can’t do that, I can’t do that)
Geugeotdo andoemyeon geureom nan eotteokhanayo (If I can’t do that then what do I do?)
Geudae han madie naneun useoyo (I smile at your every word)
Geoulcheoreom maeil sarayo (I live everyday like a mirror)
Naui haruneun geudaeui geosijyo (My day is indeed yours)
Sesaat kemudian, musik yang tadinya lembut dan bertempo lambat berubah cepat.
“Bulu romaku merinding. Ini benar-benar mengejutkan sekali. Seperti membuat hati seseorang bergetar!” ujar gadis itu takjub. Ia semakin larut pada tiap baris syair lagu itu.
Can’t stop me now, Can’t stop me now
Can’t stop me now, Can’t stop me now
Can’t stop me now, Can’t stop me now
Geudaereul darmeun bom hyanggiga ajik chaneyo (Your spring-like scent still exists)
Can’t stop me now can’t stop me now (Can’t stop me now, Can’t stop me now)
Naneun meomchul su eomneyo i can’t stop loving you (I can’t stop it, I can’t stop loving you)
Heutnallineun barame geudae tteoolla (You float in the blowing wind)
Nun busin haessare geudae tteoolla (You rise up in the glowing sunshine)
Naneun meomchul su eomneyo i can’t stop loving you (I can’t stop it, I can’t stop loving you)
Musik yang bertempo cepat, kembali berubah. Deretan nadanya membawa telinga kembali mendengarkan musik yang mengalun pelan dan lembut.
“Saat bergetar, itu membuat jantungmu berdetak juga. Luar biasa sekali. Tidak mungkin, aku kaget sekali. Apa yang sudah kalian lakukan?” puji gadis itu sekali lagi.
Han georeum dwiramyeon heorakhal su innayo miss you (If it’s one step behind could you let me be there, miss you)
Han georeum dwieseo naneun gidarilgeyo (One step behind, I’ll be waiting for you)
Geugeotdo andwaeyo geugeotdo andwaeyo (No I can’t do that, I can’t do that)
Geugeotdo andoemyeon geureom nan eotteokhanayo (If I can’t do that then what do I do?)
Geudae han madie naneun useoyo (I smile at your every word)
Geoulcheoreom maeil sarayo (I live everyday like a mirror)
Naui haruneun geudaeui geosijyo (My day is indeed yours)
Gadis itu pun terus mendengarkan hingga lagu selesai. Beberapa kali tanpa sadar ia memuji lagu yang tengah di dengarnya itu. Wajahnya pun tampak berseri dan memerah. Dan puncaknya, ia tidak bisa lagi menyembunyikan kakagetan dan kekagumannya saat tahu siapa yang menciptakan lagu itu. Bukan hanya satu lagu saja, tapi beberapa lagu pun ia habiskan dalam sekali duduk.
“Terimakasih, ini benar-benar luar biasa!” terakhir ia memberikan pesan agar mereka tetap bersemangat dan menjaga kesehatan.
***
Drrt … drrt … ponselnya bergetar
Gadis itu melirik sekilas pada nama familiar yang tertera di layar ponselnya sebelum membuka keypad lock dan mengangkat panggilan itu, “Ya! Apa-apaan kau ini?!” ujarnya kesal.
Tapi bukannya jawaban yang terdengar, malah derai tawa puas yang terdengar dari ujung telepon, “Kau sudah mendengarkannya? Bagaimana, kau suka? Bagian mana yang paling kau sukai?” tanyanya beruntun.
“Kau benar-benar nekat!”
“Tentu saja! Memangnya kenapa, apa aku tidak boleh mengatakannya pada wanita yang istimewa bagiku?” tantang si pria di ujung telepon tadi.
“Ya! Yong Hwa-yah! Kau benar-benar gila!” bentaknya geram. Tanpa sadar wajah gadis itu semakin serupa kepiting rebus. Ia pun menggigit bibir bawahnya berusaha menahan diri. Untung saja sekarang ia tidak berada di depan pria yang tengah berbicara dari ujung telepon.
Derai tawa pria itu kembali terdengar dari ujung sana, “Selamat ulang tahun,” ujarnya setelah puas tertawa. “Aku akan menjemputmu di tempat biasa. Kita akan makan malam,” ujarnya tanpa jeda.
Gadis itu, nona Park nyaris kembali protes. Tapi kali ini ia tidak punya alasan lagi untuk protes. Menghadapi pria sedikit nekat ini memang butuh kesabaran, “Baiklah. Terimakasih. Dan satu lagi, jangan terlambat! Atau aku berubah pikiran,” gadis itu pun menutup pembicaraan. Ia melihat ke arah managernya yang ada di balik kemudi. “Oppa, kita tidak langsung pulang, antar saja aku ke tempat biasa. Setelahnya Oppa bisa pulang duluan. Kali ini ada yang akan mengantarku,” ujar nona Park riang. Ia menatap cermin rias di bagian atas tempat duduknya, tersenyum senang.
Kelana’s comment :
Kisah ini adalah fans-fiction. Jadi murni imajinasi Kelana. Tapi bagian nona Park (you know who) mendengarkan lagu demo yang belum direlease adalah fakta. Dan dia adalah orang pertama yang mendengarkan lagu itu sebelum keluar secara resmi, tepat di hari ulang tahunnya 18 Februari yang lalu. Hmmm … sepertinya si pembuat sengaja memberikannya sebagai hadiah ulang tahun. Xixixixi …

About Kelana

fulltime blogger, parttime tentor, dreamer

16 comments

  1. kekeke…jd pengen ngegosip<br>nih kisah so sweet bgt yak^^<br><br>hira

  2. Wah ini sih kakayaknya 75% fakta ya? Haha baca fanfic ini bikin jiwa dooleysional aku meningkat. Makasih yaa

    • fakta ato nggak, sila disimpulkan sendiri sih
      Na cm membuatnya dalam rangka mendamaikan hati, hahahaha
      hati-hati, klo delulu-nya mulai kumat lho
      ^_^
      makasih bgt udah mampir
      sering2 kesini ya

Leave a Reply

Scroll To Top